Sajakku sajak pemuda yang bersumpah
bersumpah sambil kencing di celana dan membayangkan luna maya
di
jaman penuh tontonan ini aku bersumpah, tentang kabar kabur
nasionalisme, tentang melawan secara gagap modal asing dan tentang
romantisme picisan yang menghasilkan duit bagi pemilik toko-toko
Hari ini sumpah pemuda, kata buku-buku sejarah
lalu kita mengenang bendera merah putih dan Indonesia Raya dengan sebungkus kuaci dan coca cola
lalu
dengan gembira kita hisap ganja sambil menghitung duit bapak yang
ditransfer ke bank kita, duit hasil komisi proyek cukong yang baru
kemarin ditandatangani.
Sumpahku, sumpah pemuda. Buat apa hidup susah demi ide yang tak pernah aku mengerti.
Buat apa buang-buang waktu demi mimpi yang pada akhirnya toh tak terjaga.
Sumpahku
adalah sumpah, ketika Disc Jockey memutarkan irama ajib-ajib atau
sambil melihat Pemandu lagu karaoke telanjang di depan TV dan dengan
gembira aku nyanyikan lagu "Maju Tak Gentar"......
Mengapa harus
banyak baca buku politik, sejarah dan budaya. Toh, dengan mudah aku bisa
duduki bangku parlemen, karena di Indonesia kekuasaan adalah warisan
bukan soal perjuangan.
Mengapa aku harus sibuk bicara kemiskinan
dan perut rakyat yang lapar, atau bicara tentang sistem moda
transportasi yang menghasilkan rakyat seperti lele disesakkan pada
plastik beroksigen di Metromini dan Kopaja, Di Busway dan Angkutan Kota.
Toh kita tak pernah masuk dalam dunia mereka, biarlah kaum kere tetap
di dunia yang kere, kaum kaya menjaga kehidupan. Jangan biarkan kaum
kere mengancam kaum kita, biarlah mereka tenang di kehidupan, berilah
mereka sinetron dan sulap agar duduk manis penuh harapan.
Sumpahku,
Sumpah Pemuda yang dibangun atas semangat menumpuk kekayaan, menjaga
agar Bapakku tetap berkuasa dan bahasaku adalah bahasa elite kaum kaya
dimana logatnya mirip Cinta Laura.......
Sumpahku, Sumpah Pemuda
dimana kemewahan adalah duniaku dan Indonesia adalah negeri dimana aku
bisa mendapat seribu kuli untuk dibohongi baik itu buruh pabrik atau
kuli jurnalistik.
Dengan disaksikan mobil bapakku yang baru
diberi Bapak Presiden tadi pagi dan ajudan berderet-deret sambil
menyembah daulat Tuan Muda padaku, aku bersumpah :
Sumpah Pemuda
Bertanah air satu, tanah air yang ada ladang batubara, lahan kelapa sawit dan minyak bumi agar aku bisa jadi makelar komisi....
Berbangsa satu, bangsa para kuli yang mendewakan asing sebagai sumber modal.
Berbahasa satu, bahasa proposal proyek dan mencari solusi menyogok kaum birokrasi.
Inilah
sumpahku, sumpah dengan ketulusan hati untuk menjaga kelasku dan
menjaga kekuasaan. Toh apa artinya hidup bila tak bisa menjaga
kelanggengan kelas berkuasa.
Sejarah bangsaku sudah dimenangkan bapakku
dan tugas kaum muda bagiku adalah bagaimana kerja bapakku menjadi monumen hidup
dan aku diwariskan kerjanya
tanpa otak dan tanpa pengetahuan
dengan jas puluhan juta
dan senyum di pas-paskan
aku duduk di kursi Parlemen, toh bangsa ini hanya mainan bagi bapakku......
Hujan rayap di negeri Indonesia
karena Pemuda hanya berani kentut saja
takut pada penguasa
dan berebut menjilat kaum bajingan yang pegang negara....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar