Cari Blog Ini

Jumat, 29 Juli 2011

Sebuah Senja yang Menawarkan Masa lalu

  
Ada sebuah senja yang sering menawarkan masa lalu
ia larut bersama angin dan awan berwarna tembaga
Senja yang mataharinya menerobos keping-keping ingatan
dimana masa lalu itu membangun jalan lurus menuju sebuah rumah
rumah ketika aku masih mengenangkan cinta dan harapan

Harapan seperti selendang pelangi yang wangi
Aku kerap mengecupnya seraya berdoa
bahwa ribuan malam yang dijalani dengan gagas dan mau
menemukan keindahan pada rerontokan puisi malam

Tapi masa lalu tetaplah sebuah ranting yang patah
aku hanya bisa mengumpulkan ranting-ranting itu dan membakarnya
asap api mengenangkan aku pada baris-baris puisi tentangmu
tapi sekaligus membawa alam sadarku
bahwa masa lalu adalah kepunahan

Dan kadang hidup adalah gangguan
Sebuah senja yang kerap menawarkan masa lalu
menggodaku pada saat matahari mulai memadamkan cahayanya
dan awan berwarna tembaga menjadi merah luka

Anda, 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar