Hati Seorang Perempuan
Ketika seorang perempuan terdiam dihadapanmu, sesungguhnya ia memikirkan banyak hal
Ketika seorang perempuan tidak membantah apa yang kamu katakan, sesungguhnya dia sedang berpikir dalam-dalam.
Ketika seorang perempuan memandangmu dengan mata penuh pertanyaan, sesungguhnya dia sedang bertanya dalam dirinya :"Berapa lama aku bisa mempertahankan hubungan ini".
Ketika seorang perempuan menjawab dengan pelan sembari menghembuskan nafas dalam-dalam dan berkata pelan "aku baik-baik saja," sesungguhnya rumah kenyamanannya sedang terbakar, ia merasa hancur.
Ketika seorang perempuan menatap matamu dengan bulat tanpa pertanyaan, ia sedang diselimuti perasaan "bahwa kau benar-benar mengagumkan".
Ketika seorang perempuan meletakkan kepalanya di dadamu, maka mimpinya terbang seperti dua merpati dan berharap kau menjadi miliknya untuk selama-lamanya.
Ketika seorang perempuan mengatakan bahwa ia tidak bisa hidup tanpamu, maka dia telah membangun rumah masa depannya untukmu. Kamulah masa depan dan mimpi-mimpinya.....
Ketika seorang perempuan berkata "Aku merindukanmu", maka tidak ada seseorang di duniapun yang bisa merindukanmu lebih dari apa yang dirasakannya.
Ketika seorang perempuan ingin kau kembali, maka di tiap paginya akan penuh rasa takut, dia takut akan kenangan luka di masa lalu, karena ia tahu bagaimana perasaan kehilangan........
Cari Blog Ini
Selasa, 20 Desember 2011
Sabtu, 17 Desember 2011
Ketika Cut Nyak Berkata
(Foto diatas adalah ketika Tjoet Nyak Dien tertangkap pasukan khusus Marsose, ia dalam kondisi buta dan mengenaskan. Sebuah gambaran manusia untuk memiliki sikap tegas menghadapi kehidupan).
Ketika Cut Nyak Berkata
Pada rumah tubuh tua ini
yang aku punya hanya pikiran
diletakkan pada mangkuk-mangkuk berdebu
dan kiasan-kiasan di Al Qur'an
yang aku bacai ketika pagi dan senja datang
Hidup...Hidupku dimasa lalu
adalah jalan kesunyian, aku tak pernah berpikir tentang sebuah keindahan
mengajak suamiku tertawa di pasar atau menggendong anak dengan nyanyian harapan
kerna itu aku tak punya
hidup harus disikapi, ketika kehormatan tak terjaga
ketika bangsa harus punya martabat
ketika bangsawan harus memutuskan dimana letak kebenaran
dan menjaga marwah rakyat
Aku, angkat rencong di masa lalu
menyusuri hutan menyerang tangsi
dikejar-kejar marsose atau tentara Jawa
aku menangis pada bawah pohon-pohon hutan
Tuhan...Tuhan...Serta rindu aku kemukakan
kenapa kau tak mudahi jalanku
pada keriangan hidup dan ketenangan seperti air yang turun dari batang daun
Ah, hidup rupanya pilihan
dan aku harus memilih jalan yang sulit
kerna takdir bukanlah soal menari diatas nasib
takdir adalah sikap yang terus menerus terjaga
Kini dimasa senja
aku hanya bisa mengaji dan menangis
air mata ini membasahi lembar-lembar kertas Qur'an
pada sebuah desa kecil, di sudut Jawa
aku mendengar tawa anak-anak
yang aku bisa berharap padanya untuk terus melawan
melawan untuk hidup tidak hina
melawan untuk tegak menjadi bangsa terhormat
dan mendirikan bangsa yang tidak dibangun dari barak-barak penindasan
tapi lewat hati yang bernyanyi
Ketika Cut Nyak Berkata
Pada rumah tubuh tua ini
yang aku punya hanya pikiran
diletakkan pada mangkuk-mangkuk berdebu
dan kiasan-kiasan di Al Qur'an
yang aku bacai ketika pagi dan senja datang
Hidup...Hidupku dimasa lalu
adalah jalan kesunyian, aku tak pernah berpikir tentang sebuah keindahan
mengajak suamiku tertawa di pasar atau menggendong anak dengan nyanyian harapan
kerna itu aku tak punya
hidup harus disikapi, ketika kehormatan tak terjaga
ketika bangsa harus punya martabat
ketika bangsawan harus memutuskan dimana letak kebenaran
dan menjaga marwah rakyat
Aku, angkat rencong di masa lalu
menyusuri hutan menyerang tangsi
dikejar-kejar marsose atau tentara Jawa
aku menangis pada bawah pohon-pohon hutan
Tuhan...Tuhan...Serta rindu aku kemukakan
kenapa kau tak mudahi jalanku
pada keriangan hidup dan ketenangan seperti air yang turun dari batang daun
Ah, hidup rupanya pilihan
dan aku harus memilih jalan yang sulit
kerna takdir bukanlah soal menari diatas nasib
takdir adalah sikap yang terus menerus terjaga
Kini dimasa senja
aku hanya bisa mengaji dan menangis
air mata ini membasahi lembar-lembar kertas Qur'an
pada sebuah desa kecil, di sudut Jawa
aku mendengar tawa anak-anak
yang aku bisa berharap padanya untuk terus melawan
melawan untuk hidup tidak hina
melawan untuk tegak menjadi bangsa terhormat
dan mendirikan bangsa yang tidak dibangun dari barak-barak penindasan
tapi lewat hati yang bernyanyi
Selasa, 13 Desember 2011
Kekejaman Yang Ditutup-tutupi
Kekejaman Yang Ditutup-tutupi :
Pada tahun 1945 Indonesia menyatakan kemerdekaan liwat penantangan pada perintah-perintah sekutu. Aksi dari kaum pribumi yang tadinya dianggap remeh oleh Pemerintah Belanda mulai ditanggapi serius ketika Belanda membaca laporan-laporan yang lebih teliti dari Intel-Intel Amerika Serikat yang lebih jujur dalam menggambarkan keadaan sosial masyarakat saat itu.
Belanda mulai mengirimkan pasukan tempurnya ketika Inggris sudah menganggap tak ada urusannya lagi di Indonesia, Inggris tidak mau dianggap berlebihan menangani Hindia Belanda karena bisa memancing kemarahan Amerika Serikat yang sesungguhnya meminta Inggris melepaskan wilayah-wilayah jajahan di Asia.
Militer Belanda masuk ke Indonesia tahun 1947 liwat Operasi “Produk” untuk mengamankan wilayah-wilayah perkebunan, pada saat itu dilancarkan operasi militer masuk ke Pedalaman Jawa dan Sumatera. Militer Belanda yang terdiri dari anak-anak muda putus sekolah, atau anak-anak muda yang belum mengerti medan perang, para KNIL yang masih bermimpi bisa menguasai Indonesia dan veteran-veteran perang dunia II yang menganggap Perang di Jawa dan Sumatera sebagai hiburan ringan di waktu libur.
Mereka kaget ketika masuk ke Jawa, blokade dimana-mana, tentara-tentara resmi Republik dan Laskar-Laskar rakyat amat terlatih, berani dan haus darah. Di tengah situasi yang mengagetkan ini Pasukan Belanda menjadi kalap, mereka menggebuki penduduk, membakari rumah-rumah, menyeret keluar rakyat dan menembakinya dengan marah.
Sementara di Belanda sendiri terjadi penyensoran berita, kaum intelektual disana banyak menjadi pelacur ketika harus dipaksa membohongi rakyat Belanda tentang kekejaman serdadunya di tanah Indonesia : Berita-berita di Belanda banyak mengabarkan bahwa pasukan Belanda mengamankan wilayah Hindia Belanda dari garong-garong, kecu dan begundal pribumi. Berita ini amat dipercaya oleh rakyat Belanda hingga sampai detik ini nama Sukarno masih paling dibenci di alam pikiran orang Belanda.
Foto tentara yang terluka tembakan, atau penduduk yang ditangkap dan diancam laras senapan, foto-foto yang boleh dibilang kontroversial, tidak pernah muncul di media Belanda. René Kok, Erik Somers dan Louis Zweers menggabungkan hampir 200 foto dalam buku mereka ‘Perang Kolonial 1945-1949: Dari Hindia Belanda keIndonesia. Radio Nederland berbincang dengan Erik Somers, salah satu penulisnya.
René Kok, Erik Somers dan Louis Zweers memang sudah lama menyelidiki berbagai arsip gambar dan juga fotografi mengenai Perang Dunia II. Selain itu mereka juga menyelidiki arsip-arsip foto di periode dekolonisasi Hindia-Belanda antara 1945 hingga 1949. Ketika itu banyak wartawan yang dipakai oleh pemerintah kolonial untuk membuat foto-foto perang. Para wartawan ini diwajibkan untuk menyerahkan semua foto yang dibuat kepada pemerintah Batavia untuk diseleksi, sebelum dikirim ke media di Belanda.
Dalam buku ini dipaparkan foto-foto yang ditutup-tutupi itu.
Koloniale Oorlog: 1945-1949
René Kok, Erik Somers, Louis Zweers
Penerbit Carrera
ISBN: 978 90 488 0320 0
Terbit mulai 8 Desember 2009
KERETA RINDU
Kereta Rindu
Desai Angin menembus pohon-pohon cemara
Waktu melenyap
Pertemuanku denganmu sudah menjadi buku cerita dongeng
Kata-kata sudah menjadi purba
Kamu berdiri di tepi peron stasiun tua
Matamu menumpu rel-rel baja, menunggu dengung suara roda kereta
Mengantungi harapan agar pertemuan kita terulang
Kamu menepikan senja dengan air mata
Di tepi rel kereta
Pada stasiun tua
di kota kecil
tanpa sengaja kamu merumahkan rindu
Lalu ketika peluit akhir berbunyi
kamu pulang melewati daun-daun yang berguguran
pada tanah dimana kemarau tumbuh ragu-ragu
dan hujan sore menampiaskan wajahmu
Lukisan Hujan adalah parasmu
Kau ceritakan itu
pada surat-surat yang datang kemudian
lalu kau bertanya
: "Apalah arti cinta tanpa kesetiaan, seperti rel-rel baja menunggu dengung roda kereta".
ANDA ANAK HEBAT
Desai Angin menembus pohon-pohon cemara
Waktu melenyap
Pertemuanku denganmu sudah menjadi buku cerita dongeng
Kata-kata sudah menjadi purba
Kamu berdiri di tepi peron stasiun tua
Matamu menumpu rel-rel baja, menunggu dengung suara roda kereta
Mengantungi harapan agar pertemuan kita terulang
Kamu menepikan senja dengan air mata
Di tepi rel kereta
Pada stasiun tua
di kota kecil
tanpa sengaja kamu merumahkan rindu
Lalu ketika peluit akhir berbunyi
kamu pulang melewati daun-daun yang berguguran
pada tanah dimana kemarau tumbuh ragu-ragu
dan hujan sore menampiaskan wajahmu
Lukisan Hujan adalah parasmu
Kau ceritakan itu
pada surat-surat yang datang kemudian
lalu kau bertanya
: "Apalah arti cinta tanpa kesetiaan, seperti rel-rel baja menunggu dengung roda kereta".
ANDA ANAK HEBAT
Kamis, 08 Desember 2011
2012 = End of times ???
Dalam kalender bangsa Maya, diramalkan bahwa pada periode 1992-2012 bumi akan dimurnikan, selanjutnya peradaban manusia sekarang ini akan berakhir dan mulai memasuki peradaban baru.
Dalam sejarah peradaban kuno dunia, bangsa Maya bagaikan turun dari langit, mengalami zaman yang cemerlang, kemudian lenyap secara misterius. Mereka menguasai pengetahuan tentang ilmu falak yang khusus dan mendalam, sistem penanggalan yang sempurna, penghitungan perbintangan yang rumit serta metode pemikiran abstrak yang tinggi. Kesempurnaan dan akurasi dari pada penanggalannya membuat orang takjub!
Sekelompok masyarakat yang misterius ini tinggal di wilayah selatan Mexico sekarang (Yucatan) Guetemala, bagian utara Belize dan bagian barat Honduras. Banyak sekali pyramid, kuil dan bangunan-bangunan kuno yang dibangun oleh Maya yang masih dapat ditemui di sana. Banyak juga batu-batu pahatan dan tulisan-tulisan misterius pada meja-meja yang ditinggalkan mereka. Para arkeolog percaya bahwa Maya mempunyai peradaban yang luar biasa. Hal itu bisa dilihat dari peninggalannya seperti buku-bukunya, meja-meja batu dan cerita-cerita yang bersifat mistik. Tetapi sayang sekali buku-buku mereka di perpustakaan Mayan semuanya sudah dibakar oleh tentara Spanyol ketika menyerang sesudah tahun 1517. Hanya beberapa tulisan pada meja-meja dan beberapa system kalender yang membingungkan tersisa sampai sekarang.
Seorang sejarahwan Amerika, Dr. Jose Arguelles mengabdikan dirinya untuk meneliti peradaban bangsa ini. Ia mendalami ramalan Maya yang dibangun di atas fondasi kalender yang dibuat bangsa itu, dimana prediksi semacam ini persis seperti cara penghitungan Tiongkok, ala Zhou Yi. Kalendernya, secara garis besar menggambarkan siklus hukum benda langit dan hubungannya dengan perubahan manusia. Dalam karya Arguelles, The Mayan Factor: Path Beyong Technology yang diterbitkan oleh Bear & Company pada 1973, disebutkan dalam penanggalan Maya tercatat bahwa sistim galaksi tata surya kita sedang mengalami ‘The Great Cycle’ (siklus besar) yang berjangka lima ribu dua ratus tahun lebih. Waktunya dari 3113 SM sampai 2012 M. Dalam siklus besar ini, tata surya dan bumi sedang bergerak melintasi sebuah sinar galaksi (Galatic Beam) yang berasal dari inti galaksi. Diameter sinar secara horizontal ini ialah 5125 tahun bumi. Dengan kata lain, kalau bumi melintasi sinar ini akan memakan waktu 5125 tahun lamanya.
Orang Maya percaya bahwa semua benda angkasa pada galaksi setelah selesai mengalami reaksi dari sinar galaksi dalam siklus besar ini, akan terjadi perubahan secara total, orang Maya menyebutnya, penyelarasan galaksi (Galatic Synchronization). Siklus besar ini dibagi menjadi 13 tahap, setiap tahap evolusi pun mempunyai catatan yang sangat mendetail. Arguelles dalam bukunya itu menggunakan banyak sekali diagram-diagram untuk menceritakan kondisi evolusi pada setiap tahap. Kemudian setiap tahap itu dibagi lagi menjadi 20 masa evolusi. Setiap masa itu akan memakan waktu 20 tahun lamanya.
Dari masa 20 tahun antara tahun 1992-2012 itu, bumi kita telah memasuki tahap terakhir dari fase Siklus Besar, bangsa Maya menganggap ini adalah periode penting sebelum masa pra-Galatic Synchronization, mereka menamakannya: The Earth Generetion Priod (Periode Regenerasi Bumi). Selama periode ini bumi akan mencapai pemurnian total. Setelah itu, bumi kita akan meninggalkan jangkauan sinar galaksi dan memasuki tahap baru: penyelarasan galaksi.
Pada 31 Desember 2012 akan menjadi hari berakhirnya peradaban umat manusia kali ini, dalam perhitungan kalender Maya. Sesudah itu, umat manusia akan memasuki peradaban baru total yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan peradaban sekarang. Pada hari itu, tepatnya musim dingin tiba, matahari akan bergabung lagi dengan titik silang yang terbentuk akibat ekliptika (jalan matahari) dengan ekuator secara total. Saat itulah, matahari tepat berada di tengah-tengah sela sistem galaksi, atau dengan kata lain galaksi terletak di atas bumi, bagaikan membuka sebuah “Pintu Langit” saja bagi umat manusia.
Dalam perhitungannya, bangsa Maya tidak menyinggung tentang apa penyebab peradaban kali ini berakhir. Ada sedikit yang kelihatannya jelas, bahwa berakhirnya ‘hari itu’ sama sekali bukan berarti malapetaka apa yang datang menghampiri, melainkan mengisyaratkan kepada seluruh umat manusia akan adanya transisi dalam kesadaran dan spiritual kosmis, selanjutnya masuk ke peradaban baru. Tahun 755 Masehi, seorang rahib Maya pernah meramal, setelah tahun 1991 kemudian, akan ada dua peristiwa penting terjadi pada manusia yaitu kebangkitan kesadaran, dan pemurnian bumi serta regenerasinya.
Mulai 1992, bumi memasuki apa yang oleh bangsa Maya disebut ‘Periode Regenerasi Bumi”. Pada periode ini, Bumi dimurnikan, termasuk juga hati manusia, (ini hampir mirip ramalan orang Indian Amerika-Utara terhadap orang sekarang ini), subtansi yang tidak baik akan disingkirkan, dan substansi yang baik dan benar akan dipertahankan, akhirnya selaras dengan galaksi (alam semesta), ini adalah singkapan misteri dari gerakan sistem galaksi kita yang diperlihatkan oleh bangsa Maya.
Dari titik pandang ilmu pengetahuan umat manusia sekarang, hal itu benar-benar tidak dapat dipercaya. Mungkin saja bangsa Maya sedang membicarakan tentang galaksi Bima Sakti (Milky Way), yang mana ilmu pengetahuan dan teknologi kita belum juga sampai ke solar sistim, seperti pepatah orang Tionghoa mengatakan “Serangan musim panas tidak dapat menjelaskan es di musim dingin”. Fenomena kosmik yang diperlihatkan oleh kalender Maya adalah benar-benar berharga dari suatu penyelidikan yang serius oleh umat manusia sekarang ini.
ARAH RAMALAN ITU
Sejak tahun 1992 sampai 2012 nanti, bagaimana terjadi “pemurnian” dan bagaimana pula terjadi “regenerasi” pada bumi kita ini, tidak disebutkan secara detail oleh bangsa Maya. Dalam ramalan mereka pun tidak menyinggung tentang apa hal konkret yang memberikan semangat manusia untuk bangkit dari kesadaran dan bagaimana bumi mengalami permurnian, yang ditinggalkan oleh mereka kepada anak cucunya (barangkali tidak tercatat). Lantas, fenomena baru apa yang sudah bisa kita lihat sejak tahun 1992 sampai sekarang yang bisa kita kaitkan dengan ramalan bangsa Maya yang beradab itu?
Mengamati peristiwa besar 10 tahun belakangan ini (1992-2002), kelihatannya karakter alam semesta, ‘Zhen, Shan, Ren,’ (sejati, baik, sabar) yang diajarkan oleh Master Li Hongzhi, sebagai efek yang sedang ‘memurnikan’ hati manusia dan bumi ini. Kami menemukan dua bilangan yang bermakna, pada 1992 adalah persis tahun pertama kalinya Li Hongzhi mengenalkan ajarannya secara terbuka kepada masyarakat, ditengah-tengah kemrosotan moral umat manusia yang parah.. Dari tahun 1992-1999, dalam waktu yang singkat ini, pengikut latihan kultivasi jiwa dan raga ini sudah mencapai hampir 100 juta orang di daratan China. Kini, latihan ini bahkan sudah menyebar kelebih 60 negara. Melalui kultivasi yang terus-menerus, latihan ini dapat mencapai tujuan mengganti sel-sel manusia dengan materi energi tinggi dan meningkatkan moral manusia sesuai karakter alam semesta serta kembali ke jati diri yang asli.
Mungkin sudah diatur, bahwa kalender Maya tidak hilang dan sejarah manusia, dan harus diuraikan dengan kode oleh manusia sekarang. Namun ia tetap saja harus dilihat, apakah umat manusia yang terpesona oleh konsepsinya yang trerbentuk sesudah kelahiran dapat menembus batas-batas untuk mengingatkan dan memahami kebenaran yang melampoi sistim pengetahuan kita.
sumber: http://www.indospiritual.com/artikel_misteri-kalender-maya-dan-ramalan-
Rabu, 07 Desember 2011
Bersyukurlah dalam KeIslamanmu........
Ucapan yang paling berbobot adalah Allah swt
Kidung terindah adalah Adzan
Aksara Terbaik adalah rangkaian ayat di Al Qur'an
Gerak paling menyehatkan adalah Shalat
Kebersihan paling menyegarkan adalah Wudhu
Perjalanan terindah adalah Naik Haji dan mendapatkan berkah dari Allah swt
Renungan terbaik adalah ketika engkau mengingat dosamu
Diet paling sempurna adalah Puasa..............
Bersyukurlah pada Allah swt karena dalam Islam kita didisiplinkan untuk menjadi manusia dan memanusiakan kemanusiaan.
Kidung terindah adalah Adzan
Aksara Terbaik adalah rangkaian ayat di Al Qur'an
Gerak paling menyehatkan adalah Shalat
Kebersihan paling menyegarkan adalah Wudhu
Perjalanan terindah adalah Naik Haji dan mendapatkan berkah dari Allah swt
Renungan terbaik adalah ketika engkau mengingat dosamu
Diet paling sempurna adalah Puasa..............
Bersyukurlah pada Allah swt karena dalam Islam kita didisiplinkan untuk menjadi manusia dan memanusiakan kemanusiaan.
Che Guevara, Borobudur dan Bung Karno
Foto atas : Che Guevara sedang mengabadikan candi Borobudur tahun 1959,
apa yang ada di dalam pikiran Che?
apa yang ada di dalam pikiran Che?
Borobudur itu bangunan yang didasari pada sistem masyarakat feodal. Dibangun lewat banyak darah para buruh bangunannya. Tapi menghasilkan hal yang indah. Borobudur adalah puncak dari peradaban di Jawa dan Che Guevara mengaguminya. Pada tahun 1959 Che Guevara datang ke Jakarta atas perintah Fidel Castro untuk belajar sosialisme pada Bung Karno. Sukarno sendiri memberi beberapa kuliah tentang kedaulatan modal dan imperialisme modern pada Che. "Kamu tau Che, watak imperialisme kuno yang menghasilkan kapitalisme kuno itu beda dengan watak imperialisme modern yang menghasilkan kapitalisme modern, kapitalisme modern itu didasari pada modal. Kelak konflik Internasional bergeser pada modal bukan lagi pada perang koloni atau wilayah, inilah kenapa aku ingin negeriku menjadi raksasa terhadap modal itu sendiri sehingga aku bisa menjadikan bangsaku bangsa yang berdikari, berdiri diatas kaki sendiri, berkedaulatan politik, daulat atas ekonomi dan berkebudayaan otentik" kata Bung Karno di tahun 1959 saat menemui Che.
Langganan:
Postingan (Atom)






