Kemenangan Jokowi malam ini juga menjadi
bukti bagaimana orang-orang Betawi menyukai orang Jawa seperti mereka
membela mati-matian Sukarno pada jam-jam pertama Republik, seperti
mereka berbondong-bondong memilih Jokowi. -Keikhlasan orang Betawi dalam
dharma bakti bela negara pun amat diacungi jempol, yang paling
spektakuler adalah kerelaan ratusan ribu orang Betawi pindah dari
Senayan ke Tebet, karena ribuan hektar lahan di Senayan akan dijadikan
Stadion Gelora Bung Karno. Perpindahan ini didasari rasa sukarela karena
kecintaan mereka pada Bung Karno dan demi kejayaan bangsa Indonesia.
Orang Jawa memang disukai oleh orang
Betawi secara kultural, dan banyak perantau-perantau Jawa ditolong
tempat tinggalnya oleh orang Betawi, kedekatan Jawa Mataraman dengan
Betawi amat lekat dalam kebudayaan, sama seperti kedekatan kultural
Betawi Arab dan Betawi Cina, namun hubungan Betawi Jawa ini lebih lekat
soal kepemimpinan politik, orang Betawi menyukai orang Jawa sebagai
pemimpin. Mayoritas kepemimpinan lingkungan di Jakarta dipegang orang
Jawa dari tingkat RT sampai RW. -Banyak orang Betawi lebih menyukai
memilih menantu yang berasal dari Jawa, karena penilaian mereka orang
Jawa perantau rajin-rajin dan sopan.
Jadi jargon-jargon ‘pendatang’ dan
‘pribumi’ tidak tepat dalam soal konteks politik di Jakarta. -Sudah lama
orang betawi sendiri menerima diri mereka sebagai bagian kosmopolitan
negeri ini. Sebagai catatan, Betawi sendiri menjadi kota metropolitan
jauh sebelum New York berdiri.
Dan lagi ini juga pembelajaran kultur
politik negeri kita, sampai saat ini orang Jawa masih mendominasi
kekuatan politik secara keseluruhan Nusantara. Karakter Jawa yang
‘ngalah’ dan tidak suka kekisruhan, bekerja dengan hati, bicara
menggunakan perasaan, masih menjadi preferesi dominan pilihan politik.
-Kita bisa lihat ini nanti dalam Pemilu 2014, diantara barisan capres
yang akan muncul maka citra orang Jawa paling utama dimiliki oleh
Prabowo. Apakah Prabowo akan mendapatkan preferensi politiknya yang
tinggi? dari rating lembaga Survey saat ini, Ranking Prabowo selalu
tertinggi sebagai Capres paling diminati tahun 2014.
Bila SBY menggunakan pencitraan sebagai
Jawa yang santun, maka Jokowi mengedepankan orang Jawa yang melayani,
seperti tukang-tukang becak orang Jawa di masa lalu waktu Becak masih
ada di Jakarta, karakter tukang becak yang melayani inilah yang kemudian
disukai banyak orang dalam dunia politik sekarang.
Dan Jokowi tahu itu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar