Cari Blog Ini

Selasa, 31 Mei 2011

Detik Detik Memperingati Hari Pancasila


Bulan Juni Adalah Bulan Bung Karno

Sukarno, nama paling unik dalam sejarah keIndonesiaan kita, dialah alasan terbesar mengapa Indonesia harus ada. Imajinasi Indonesia terbentuk oleh pikiran-pikirannya, apa yang ia ucapkan pada pidato-pidatonya bahkan kebijaksanaan perang yang ia umumkan dengan nada berani memiliki pengaruh besar terhadap alam pikiran bangsanya ini dari generasi demi generasi, kita dibuat bangga pernah memiliki pemimpin seperti dirinya. Dan Sukarno adalah alasan terbesar mengapa bangsa ini harus ada.

Bulan Juni adalah bulan kelahiran Sukarno, bulan dimana ia menemukan idee Pancasilanya, juga bulan kematiannya. Pada bulan Juni Sukarno lahir tanggal 6 Juni 1901 dari anak seorang Guru Desa yang juga amat pemberani, Sukemi namanya. Pak Sukemi ini adalah orang yang berani memutuskan nasibnya sendiri, ia bawa kabur gadis Bali kemudian diperistrinya. Dari gadis Bali inilah lahir dua anak Sukemi. Sukarmini dan Sukarno. Awalnya Sukarno diberi nama Kusno Sosrodihardjo, lalu karena sakit panas terus menerus selama satu bulan setelah kelahirannya bahkan mendekati kematian seorang bayi, kusno bayi dibawa ke ayah Sukemi, kakeknya dan dengan jilatan kakeknya sakit Kusno membaik. Kakek Kusno terkenal dengan kesaktian pada lidahnya, ia juga mampu menjilat api yang sudah menyala pada sebuah besi. Membaiknya sakit Sukarno diiringi ucapan kakeknya yang merupakan sebuah ramalan masa depan bayinya. "Anak ini kelak, memiliki kekuatan pada lidahnya, ia mampu menyatukan lautan dan gunung dari kekuatan lidahnya maka itu berilah nama ia Sukarno, karena ia lahir dari kesukaran-kesukaran bangsanya, ia menyelesaikan apa yang diinginkan oleh sejarah, ini seperti Adipati Karno putera Sang Fajar yang menyelesaikan drama bharatayudha dengan pengorbanan bagi dirinya sendiri genap dengan sakit hati dan tangisan"

itulah kelahiran Sukarno.

Lalu Sukarno tumbuh dan berkembang sebagai lelaki yang berani menantang kehidupan, ia bertanggung jawab pada sejarah bangsanya, ia rela dipenjara, ia rela tidak mau digaji berapa ribu gulden dan kelaparan demi sebuah cita-cita besar, berdirinya sebuah negara merdeka. Inilah meditasi dalam kehidupan Sukarno, ia menikmati hidup dalam pergerakan politik bangsanya, ia menderita karena itu dan ketika ia berjuang dengan taruhan nyawa apa yang diinginkan bangsanya ia membacai pledoi kenapa Indonesia harus ada pada sebuah pengadilan di Bandung dengan judul "INDONESIA MENGGUGAT" ia menggugat perjalanan waktu, ia menggugat ketidakadilan dan untuk karena itulah ia dibuang di Endeh, Flores. Pada suatu waktu di tanah buangan setelah berbicara dengan pastor katolik di gereja Immaculata, Sukarno duduk di bawah pohon Sukun. Tiba-tiba ia berada dalam kondisi separuh sadar dan tidak sadar, lalu ia seakan-akan mendapatkan uraian sebuah dasar negara. Ia menyebutnya Pancasila, sebuah kesadaran tertinggi sebuah bangsa membentuk peradabannya. Sila itu adalah kesadaran bahwa Manusia perlu memiliki sifat keadilan sosial, manusia perlu bermusyawarah untuk sepakat, manusia perlu bersatu untuk menjadi bangsanya, manusia harus memiliki rasa kemanusiaannya dan terakhir manusia membutuhkan Tuhannya. Lalu setelah Belanda diusir Jepang dan Sukarno menjadi ketua Panitia persiapan kemerdekaan, ilham dibawah pohon Sukun itu dihidupkan kembali dalam sebuah pidato di Bulan Juni : Pidato Pancasila.

Itulah Ketika Sukarno menggali Pancasila.

Dan setelah ia berkuasa, ia banyak mengalami pasang naik dan pasang turunnya nasib sebuah bangsa yang diperjuangkannya. Sukarno pergi dari panggung politik dengan susah hati, ia dalam keadaan sakit, ia disiksa atas penyakitnya. Ia hanya dirawat oleh dokter hewan, dan kematiannya adalah sebuah tragedi dalam sejarah bangsa ini, bahwa sebuah bangsa tidak menghargai Pahlawan terbesarnya demi sebuah kepentingan politik praktis. Lalu Sukarno mati, dan Bulan Juni adalah bulan kematiannya.

Itulah ketika Bung Karno menemui alam mati. -Semua berada di bulan Juni

Tidak ada komentar:

Posting Komentar