Cari Blog Ini

Selasa, 31 Mei 2011

Detik Detik Memperingati Hari Pancasila


Bulan Juni Adalah Bulan Bung Karno

Sukarno, nama paling unik dalam sejarah keIndonesiaan kita, dialah alasan terbesar mengapa Indonesia harus ada. Imajinasi Indonesia terbentuk oleh pikiran-pikirannya, apa yang ia ucapkan pada pidato-pidatonya bahkan kebijaksanaan perang yang ia umumkan dengan nada berani memiliki pengaruh besar terhadap alam pikiran bangsanya ini dari generasi demi generasi, kita dibuat bangga pernah memiliki pemimpin seperti dirinya. Dan Sukarno adalah alasan terbesar mengapa bangsa ini harus ada.

Bulan Juni adalah bulan kelahiran Sukarno, bulan dimana ia menemukan idee Pancasilanya, juga bulan kematiannya. Pada bulan Juni Sukarno lahir tanggal 6 Juni 1901 dari anak seorang Guru Desa yang juga amat pemberani, Sukemi namanya. Pak Sukemi ini adalah orang yang berani memutuskan nasibnya sendiri, ia bawa kabur gadis Bali kemudian diperistrinya. Dari gadis Bali inilah lahir dua anak Sukemi. Sukarmini dan Sukarno. Awalnya Sukarno diberi nama Kusno Sosrodihardjo, lalu karena sakit panas terus menerus selama satu bulan setelah kelahirannya bahkan mendekati kematian seorang bayi, kusno bayi dibawa ke ayah Sukemi, kakeknya dan dengan jilatan kakeknya sakit Kusno membaik. Kakek Kusno terkenal dengan kesaktian pada lidahnya, ia juga mampu menjilat api yang sudah menyala pada sebuah besi. Membaiknya sakit Sukarno diiringi ucapan kakeknya yang merupakan sebuah ramalan masa depan bayinya. "Anak ini kelak, memiliki kekuatan pada lidahnya, ia mampu menyatukan lautan dan gunung dari kekuatan lidahnya maka itu berilah nama ia Sukarno, karena ia lahir dari kesukaran-kesukaran bangsanya, ia menyelesaikan apa yang diinginkan oleh sejarah, ini seperti Adipati Karno putera Sang Fajar yang menyelesaikan drama bharatayudha dengan pengorbanan bagi dirinya sendiri genap dengan sakit hati dan tangisan"

itulah kelahiran Sukarno.

Lalu Sukarno tumbuh dan berkembang sebagai lelaki yang berani menantang kehidupan, ia bertanggung jawab pada sejarah bangsanya, ia rela dipenjara, ia rela tidak mau digaji berapa ribu gulden dan kelaparan demi sebuah cita-cita besar, berdirinya sebuah negara merdeka. Inilah meditasi dalam kehidupan Sukarno, ia menikmati hidup dalam pergerakan politik bangsanya, ia menderita karena itu dan ketika ia berjuang dengan taruhan nyawa apa yang diinginkan bangsanya ia membacai pledoi kenapa Indonesia harus ada pada sebuah pengadilan di Bandung dengan judul "INDONESIA MENGGUGAT" ia menggugat perjalanan waktu, ia menggugat ketidakadilan dan untuk karena itulah ia dibuang di Endeh, Flores. Pada suatu waktu di tanah buangan setelah berbicara dengan pastor katolik di gereja Immaculata, Sukarno duduk di bawah pohon Sukun. Tiba-tiba ia berada dalam kondisi separuh sadar dan tidak sadar, lalu ia seakan-akan mendapatkan uraian sebuah dasar negara. Ia menyebutnya Pancasila, sebuah kesadaran tertinggi sebuah bangsa membentuk peradabannya. Sila itu adalah kesadaran bahwa Manusia perlu memiliki sifat keadilan sosial, manusia perlu bermusyawarah untuk sepakat, manusia perlu bersatu untuk menjadi bangsanya, manusia harus memiliki rasa kemanusiaannya dan terakhir manusia membutuhkan Tuhannya. Lalu setelah Belanda diusir Jepang dan Sukarno menjadi ketua Panitia persiapan kemerdekaan, ilham dibawah pohon Sukun itu dihidupkan kembali dalam sebuah pidato di Bulan Juni : Pidato Pancasila.

Itulah Ketika Sukarno menggali Pancasila.

Dan setelah ia berkuasa, ia banyak mengalami pasang naik dan pasang turunnya nasib sebuah bangsa yang diperjuangkannya. Sukarno pergi dari panggung politik dengan susah hati, ia dalam keadaan sakit, ia disiksa atas penyakitnya. Ia hanya dirawat oleh dokter hewan, dan kematiannya adalah sebuah tragedi dalam sejarah bangsa ini, bahwa sebuah bangsa tidak menghargai Pahlawan terbesarnya demi sebuah kepentingan politik praktis. Lalu Sukarno mati, dan Bulan Juni adalah bulan kematiannya.

Itulah ketika Bung Karno menemui alam mati. -Semua berada di bulan Juni

Sabtu, 28 Mei 2011

Mengukur Imajinasi Sukarno




Mempelajari Sukarno adalah sebuah imajinasi, sebuah degup yang mungkin tidak akan pernah berhenti. Sukarno dibesarkan oleh ilmu pengetahuan cara barat, tapi ia selalu berpikir dan bertindak dengan cara-cara Jawa. Orang Jawa tidak pernah menggunakan rasio-rasio yang terukur untuk membangun tindakan, mereka lebih mengedepankan insting-insting yang dipercayainya, mereka membangun tindakan dari rangkaian insting itu. Mustahil mempelajari Sukarno dan apa yang dilakukannya tanpa kita melibatkan banyak unsur kultural, sejarah kekuasaan Jawa, psikologis kekuasaan Jawa, cara orang Jawa melihat masa depan, cara orang Jawa mendalami siklus jaman dan yang terpenting dialektika jaman yang bekerja.

Puncak kerja Sukarno adalah tahun 1960-an, yang oleh sejarawan Orde Baru dilabur sebagai tahun kebangkrutan Indonesia. Tapi sadarkah kita? di tahun-tahun itu Indonesia berada pada puncak sejarahnya. Puncak keagungannya? Militer kita terbesar nomor lima di dunia, pengaruh diplomasi kita meliputi hampir separuh dunia. Di luar Amerika Serikat dan Sovjet Uni, Indonesia-lah yang paling berperan dalam dunia politik internasional.

Kemiskinan di masa Sukarno yang diberitakan oleh media-media barat ini tak lebih antrean minyak tanah pada masa SBY, bahkan PKI yang kerap memprotes tindakan pemerintah oleh sejarawan Orde Baru dianggap sebagai penyebab lesunya ekonomi. Analisa ini menjadi lucu karena PKI berada diluar struktur pemerintahan. Ekonomi Indonesia tidak morat-marit sama sekali di Jaman Bung Karno, bahkan bila kita melihat secara EVA (Economics Value Added) rangkaian kinerja Sukarno tahun 1960-1965 memiliki nilai tinggi di masa depan, yaitu apa? -adanya penguasaan secara penuh modal nasional-. Sukarno dengan tahapan-tahapannya mengarahkan negara untuk menguasai modal nasional secara utuh. Dengan penguasaan modal nasional maka ia bermimpi : Biaya kesehatan dibiayai gratis, sekolah anak-anak bangsa gratis, dia bisa membiayai anggaran militer yang kuat dan seluruh Indonesia dibangun pelabuhan-pelabuhan dagang yang kuat serta ramai dan menjadi jalur penting perdagangan dunia. Tapi ekonom cupet, sejarawah tolol banyak melihat sesuatu hanya satu scoupe, satu dimensi, gagal melihat sesuatu dengan gairah keseluruhan.

Di jaman Sukarno ketimpangan kekayaan nyaris tak ada. Anak Menteri dan anak rakyat biasa bersekolah di tempat yang sama, naik sepeda dengan merek yang sama, korupsi kalaupun ada jelas penyelesaiannya. Tidak ada kelompok atau orang yang berani korupsi dalam skala raksasa, karena kalau itu terjadi maka beresiko dihadapkan ke regu tembak.

Tapi masa Sukarno mungkin sudah lama berlalu, kita melewati sedemikian lama pengelabuan sejarah Orde Baru, dan sekelompok orang sekarang yang tak percaya bagaimana dunia sosialisme bekerja. Kita dipaksa untuk percaya bahwa Mall-Mall, Ruang Perbelanjaan Kapitalis, Rumah Sakit Mahal, Universitas Mahal adalah masa depan Indonesia, kita dipaksa percaya untuk itu.

Mimpi-mimpi Sukarno menjadi hantu yang menakutkan bagi mereka.............

Selasa, 24 Mei 2011

SAJAK PAGI INI (stlh tlpn km)


Kekasihku, Pagi ini aku membuat sajak untukmu
Hanya sekedar membangun pelataran rindu
dari gerbang yang engkau susun dulu
lihatlah tanah remah air mata kita
di bawahnya tergeletak ratusan daun jati kering
belum disapu oleh ingatan-ingatan kita

Kekasihku, aku ingat betapa engkau dulu menyukai lagu itu (B.M - just the way u are)
dan kau kerap menitipkannya pada angin
tangan-tangan angin itu mengetuk pintu
membuka hatiku, lalu angin itu menjadi pelana
dimana ia kemudian memperkuda cintaku
semua ruang adalah wajahmu

Kekasihku, bulan bulat hitam mata melingkarmu
menyampiri ayat-ayat yang sering kau nyanyikan
itulah nyanyian cakrawalamu, bagaimana aku bisa menghidupkan gairah rindu

Api cintaku
adalah sejarah yang satu
tentangmu
adalah mimpi mengejar bintang-bintang

Maka ketika bintang itu menjadi pohon flamboyan tepi jalan
Pungkas sudah aku menghamili rasa cintaku padamu.

Anda, 24 Mei 2011

Jumat, 20 Mei 2011

Doa

Doa
ketika aku memohon kekuatan, ALLAH memberiku kesulitan sehingga aku kuat
ketika memohon kebijaksanaan, ALLAH memberiku masalah untuk aku pecahkan
ketika memohon kesejahteraan, ALLAH memberiku akal untuk berpikir
ketika memohon keberanian, ALLAH memberikan bahaya untuk aku atasi
ketika aku membutuhkan cinta, ALLAH memberikan orang-orang bermasalah untuk kutolong
ketika memohon bantuan, ALLAH memberikan kesempatan.aku tidak pernah menerima apa yg kuminta, tapi ALLAH memberikan apa yang aku butuh
kan.

Anda, 20 Mei 2011

Selasa, 17 Mei 2011

Hari ini

Hari selasa ini biasanya aku mengulas peristiwa Gerakan Gerakan Sejarah dan aspek sejarah Indonesia. Tapi kali ini tidak, aku sama sekali tidak bisa menulis apa-apa. Mustinya hari ini juga aku menulis propose bisnis yang harus aku bawa ke Kalimantan. Tapi mesin inspirasi ini macet. Aku sama sekali tidak punya kemampuan untuk memperluas imajinasi-imajinasi.

Aku kehilangan CC yang menjadi bagian penting dalam semua tindakanku. Semoga ini tidak akan lama.

Hari ini juga Di TV ada isu Gempa. Semoga Indonesia di lindungi dr musibah bahaya.
Entahlah aku teringat pd suatu hari bencana menimpa di Jogja dulu.
Semoga tidak terulang lagi bencana2 yg menimpa Indonesia...Aamiin

Anda, 17 Mei 2011

Minggu, 15 Mei 2011

Sajak Sebotol Bir

Menenggak bir sebotol,
menatap dunia,
dan melihat orang-orang kelaparan.
Membakar dupa,
mencium bumi,
dan mendengar derap huru-hara.

Hiburan kota besar dalam semalam,
sama dengan biaya pembangunan sepuluh desa !
Peradaban apakah yang kita pertahankan ?

Mengapa kita membangun kota metropolitan ?
dan alpa terhadap peradaban di desa ?
Kenapa pembangunan menjurus kepada penumpukan,
dan tidak kepada pengedaran ?

Kota metropolitan di sini tidak tumbuh dari industri,
Tapi tumbuh dari kebutuhan negara industri asing
akan pasaran dan sumber pengadaan bahan alam
Kota metropolitan di sini,
adalah sarana penumpukan bagi Eropa, Jepang, Cina, Amerika,
Australia, dan negara industri lainnya.

Dimanakah jalan lalu lintas yang dulu ?
Yang neghubungkan desa-desa dengan desa-desa ?
Kini telah terlantarkan.
Menjadi selokan atau kubangan.
Jalanlalu lintas masa kini,
mewarisi pola rencana penjajah tempo dulu,
adalah alat penyaluran barang-barang asing dari
pelabuhan ke kabupaten-kabupaten dan
bahan alam dari kabupaten-kabupaten ke pelabuhan.

Jalan lalu lintas yang diciptakan khusus,
tidak untuk petani,
tetapi untuk pedagang perantara dan cukong-cukong.

Kini hanyut di dalam arus peradaban yang tidak kita kuasai.
Di mana kita hanya mampu berak dan makan,
tanpa ada daya untuk menciptakan.
Apakah kita akan berhenti saampai di sini ?

Apakah semua negara yang ingin maju harus menjadi negara industri ?
Apakah kita bermimpi untuk punya pabrik-pabrik
yang tidak berhenti-hentinya menghasilkan……..
harus senantiasa menghasilkan….
Dan akhirnya memaksa negara lain
untuk menjadi pasaran barang-barang kita ?
…………………………….

Apakah pilihan lain dari industri hanya pariwisata ?
Apakah pemikiran ekonomi kita
hanya menetek pada komunisme dan kapitalisme ?
Kenapa lingkungan kita sendiri tidak dikira ?
Apakah kita akan hanyut saja
di dalam kekuatan penumpukan
yang menyebarkan pencemaran dan penggerogosan
terhadap alam di luar dan alam di dalam diri manusia ?
……………………………….

Kita telah dikuasai satu mimpi
untuk menjadi orang lain.
Kita telah menjadi asing
di tanah leluhur sendiri.
Orang-orang desa blingsatan, mengejar mimpi,
dan menghamba ke Jakarta.
Orang-orang Jakarta blingsatan, mengejar mimpi
dan menghamba kepada Jepang,
Eropa, atau Amerika.

Sajak Sebotol Bir (WS Rendra)

Kamis, 12 Mei 2011

Kamu dan Pagi


Kamu dan Pagi

(Happy Puppy Room 212 tadi membuat aq menjadi jati diri yg asli)


Seperti burung-burung yang diterbangkan pada pagi waktu
Atau malam yang singgah di pinggir hati
Aku memandang dirimu dan membuka kotak-kotak waktu masa silam
Kecantikanmu adalah rumput pagi
yang mataharinya bersembunyi pada awan-awan yang tertanam satu-satu

Matahari pagi ini penuh mimpi
bunga mekar diam-diam
dan rumput menghijau pelan-pelan
rekah perlahan bersama air di kuntum yang terjun meluncur
Gemerisik daun
Pintu yang terbuka
dan Pelangi yang hilang gagahnya
Semua tertelan
Pada satu keindahan
Kecantikan wajah yang tanamannya sudah tertulis pada ribuan abad lewat

Aku memandang
pada kicau matamu yang berputar-putar seperti gasing
Aku mencintaimu
dari waktu yang kau kotak-kotakkan dan mimpinya kau lempar pada api malam

Hatiku bergetar tatkala melihat kamu
Seperti gas yang meledak di tengah keramaian pasar

Doa Malam Ini


Doa Untuk Esok

Tuhan
Telah kau jadikan manusia dengan lupa
telah kau sempurnakan manusia dengan akal

aku berdoa
padaMU Tuhan

Bahwa perbuatan selalu dibalas dengan perbuatan
Bahwa kemunafikan akan terbuka aibnya dengan cara memalukan
karena itulah hukum alam
itulah ketentuan

Aku Paham
Tuhan
Apa yang terjadi karena engkau menyelamatkanku
tapi aku tak pernah bisa bersyukur atas rahasiamu

Tuhan
Aku berdoa
agar esok aku bisa hidup seperti biasa
awan biru dan garis langit dengan sejuta seloka
menjadi mahkota di langit-langit kehidupan

Tuhanku
jauhkan aku dari teman teman yg punya niat buruk
jauhkan aku dari pergaulan yg tdk baik
jauhkan aku dari kebohongan,kemunafikan dr sahabat,teman/teman dekat di sekitarku
agar aku selalu merasa damai dengan hidupku

Tuhanku
Dalam doaku
aku hanya memohon
agar aku bisa lagi tenang menulis
agar sejarah bisa aku catat dalam sastra

Tuhanku
Malam kelam, Bintang Lenyap dalam kerlipan
Matahari pagi nanti datang
embun menitis pelan
lalu angin pagi bertiup
disanalah
Aku bisa menemukan kehidupan yang biasa
yang aku senangi sejak awal mulanya
Menulis .....menulis dan menulis
Bukan pagi dimana saya lupa akan kebesaranMU
Lupa akan kewajibanku yg selama ini aku lakukan
Bukan pagi yg hanya aku nikmati dg gemerlap malam
Bukan pagi yg penuh air keras dan fatamorgana hawa ..

Tuhanku
Tunjukkan jalan yg lurus bagi umatMu ini ....


(Anda, 12 Mei 2011)

Selasa, 10 Mei 2011

Sajak Untukmu


Matahari senja ini pelan-pelan turun
Entahlah, waktu begitu cepat menyapa kita
Aku tak sempat lagi melihat wajahmu yang cantik
tertawamu yang mampu membuat sorga barang sejenak

Di matamu
daun-daun rindu tumbuh
Di matamu
senja masuk perlahan

Aku ingin menghentikan cinta ini
pada matamu saja
sejarah cinta yang kelam seperti novel-novel buram
adalah sejarah cinta yang harus dibereskan
ia sudah terlalu lama merusak pikiran
harapan berlebihan
gagasan tanpa sebab
atau rindu yang tidak pernah terjawab

Aku berspekulasi tentang dirimu
tapi aku tau
begitu indahnya spekulasi cinta ini kumainkan
aku tau kamu begitu takut untuk masuk
kamu takut menghancurkan rumah kekinianmu
tapi semua adalah soal waktu
apakah ini harus bisa diteruskan
ataukan ini hanya cinta sesaat penuh kekosongan.

Cinta sesaat penuh kekosongan?
aku rasa tidak, ini persoalan membangun benih pohon flamboyan
aku tau betapa enaknya kita bicara
membangun harapan pelan-pelan
atau bercanda dengan ringan
kadang sayap-sayap kangen menjadi lekukan manis
atau suratmu dengan sapaan sederhana

Kekasihku, hidup ini tidak pernah membosankan
tidak pernah seperti candi tua tanpa penghuni
hidup ini keceriaan
aku berani untuk mengambil keceriaan itu
asal kamu disini
berjalan bersamaku, bergandengan tangan
melihat senja
dan bercerita
bahwa toh kita berani
mewujudkan perasaan ini


Anda, Mei 2011.

Minggu, 08 Mei 2011

Misteri Benua Atlantis???

Misteri Benua Atlantis???
 
Sebagian ilmuan meyakini bahwa benua atlantis yang termasyur di masa lampau adalah wilayah yang sekarang kita kenal dengan sebutan Indonesia . bukti sistem terasering dibidang pertanian serta kekayaan alam yang melimpah menguatkan teori itu, hal itu terbukti dengan banyaknya gunung merapi dan gempa serta tsunami yang mengakibatkan hilangnya pulau Indonesia satu persatu dan sumber mata air yang melimpah, Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatau, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali, benarkah demikian?
Plato (427 – 347 SM) menyatakan bahwa puluhan ribu tahun lalu terjadi berbagai letusan gunung berapi secara serentak, menimbulkan gempa, pencairan es, dan banjir. Peristiwa itu mengakibatkan sebagian permukaan bumi tenggelam. Bagian itulah yang disebutnya benua yang hilang atau Atlantis.

Penelitian mutakhir yang dilakukan oleh Aryso Santos, menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, ia menghasilkan buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato‘s Lost Civilization (2005). Santos menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.

Konteks Indonesia

Ketika Indonesia pada tahun 1958, atas gagasan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja melalui UU no. 4 Perpu tahun 1960, mencetuskan Deklarasi Djoeanda. Isinya menyatakan bahwa negara Indonesia dengan perairan pedalamannya merupakan kesatuan wilayah nusantara. Fakta itu kemudian diakui oleh Konvensi Hukum Laut Internasional 1982. Merujuk penelitian Santos, pada masa puluhan ribu tahun yang lalu wilayah negara Indonesia merupakan suatu benua yang menyatu. Tidak terpecah-pecah dalam puluhan ribu pulau seperti halnya sekarang.

Prof.Santos menetapkan bahwa pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Teori Plato menerangkan bahwa Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es (era Pleistocene) . Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia (dulu) itu, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal dari es yang mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan juga gunung Semeru/Sumeru/ Mahameru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang sangat dahsyat membentuk sebuah Danau Toba dengan pulau Samosirnya, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan yang cukup dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda.

Atlantis berasal dari bahasa Sanskrit Atala, yang berarti surga atau menara peninjauan (watch tower), Atalaia (Potugis), Atalaya (Spanyol). Plato menegaskan bahwa wilayah Atlantis pada saat itu merupakan pusat dari peradaban dunia dalam bentuk budaya, kekayaan alam, ilmu/teknologi, dan lain-lainnya. Plato menetapkan bahwa letak Atlantis itu di Samudera Atlantik sekarang. Pada masanya, ia bersikukuh bahwa bumi ini datar dan dikelilingi oleh satu samudera (ocean) secara menyeluruh.

Ocean berasal dari kata Sanskrit ashayana yang berarti mengelilingi secara menyeluruh. Pendapat itu kemudian ditentang oleh ahli-ahli di kemudian hari seperti Copernicus, Galilei-Galileo, Einstein, dan Stephen Hawking.

Prof.Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil itu berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantaibenua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.

Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia, tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh karena itu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, ”Amicus Plato, sed magis amica veritas.” Artinya,”Saya senang kepada Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran.”

Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali. Termasuk juga kekayaan sumber alamnya yang melimpah dan sangat beragam.

Ketiga, soal semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yang abunya tercampur air laut menjadi lumpur. Endapan lumpur di laut ini kemudian meresap ke dalam tanah di daratan. Lumpur panas ini tercampur dengan gas-gas alam yang merupakan impossible barrier of mud (hambatan lumpur yang tidak bisa dilalui), atau in navigable (tidak dapat dilalui), tidak bisa ditembus atau dimasuki. Dalam kasus di Sidoarjo, pernah dilakukan remote sensing, penginderaan jauh, yang menunjukkan adanya sistim kanalisasi di wilayah tersebut. Ada kemungkinan kanalisasi itu bekas penyaluran semburan lumpur panas dari masa yang lampau.

Bahwa Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris Atlantis, tentu harus membuat kita bersyukur. Membuat kita tidak rendah diri di dalam pergaulan internasional, sebab Atlantis pada masanya ialah pusat peradaban dunia. Namun sebagai wilayah yang rawan bencana, sebagaimana telah dialami oleh Atlantis itu, sudah saatnya kita belajar dari sejarah dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir untuk dapat mengatasinya.

Menarik. Benua Atlantis akhirnya ditemukan. Dan Indonesia adalah Benua Atlantis yang hilang itu?.

Atlantis, kita banyak mendengar tentang kota ini, yang konon memiliki peradaban yang sangat tinggi, tapi kemudian hilang karena ditelan bencana besar.

Legenda yang berkisah tentang “Atlantis”, pertama kali ditemui dalam karangan filsafat Yunani kuno: Dua buah catatan dialog Plato (427-347 SM) yakni: buku Critias dan Timaeus.

Beberapa hipotesis merupakan hipotesis arkeologi atau ilmiah, sementara lainnya berdasarkan fisika atau lainnya. Banyak tempat usulan yang memiliki kemiripan karakteristik dengan kisah Atlantis (air, bencana besar, periode waktu yang relevan), tetapi tidak ada yang berhasil dibuktikan sebagai kisah sejarah Atlantis yang sesungguhnya.

Kebanyakan lokasi yang diusulkan berada atau di sekitar Laut Tengah atau disekitar Laut Hitam. Beberapa hipotesis yang lain menyatakan Atlantis berada pada pulau yang telah tenggelam di Eropa Utara,atau di Laut Utara. Beberapa telah mengusulkan Al-Andalus atau Irlandia sebagai lokasi. Kepulauan Canary juga dinyatakan sebagai lokasi yang mungkin, sebelah barat selat Gibraltar tetapi dekat dengan Laut Tengah. Berbagai kepulauan di Atlantik juga dinyatakan sebagai lokasi yang mungkin, terutama Kepulauan Azores. Pulau Spartel yang telah tenggelam di selat Gibraltar juga telah diusulkan.

Hingga pada akhir th 2005, Prof. Arysio Santos yang menerbitkan buku yang menggemparkan : “Atlantis the Lost Continents Finally Found”.

Resensinya di sini

Didalam buku tersebut, secara tegas dinyatakannya bahwa lokasi Atlantis yang hilang sejak kira-kira 11.600 tahun yang lalu itu adalah di Indonesia. Beliau menunjukkan perbandingan yang menunjukkan Indonesia adalah lokasi Atlantis yang hilang dibandingkan lokasi-lokasi perkiraan sebelumnya.

Dalam buku ini beliau membandingkan berdasarkan : Sistem irigasi, Keberadaan mammoth/gajah, Ukuran benua, Iklim Tropis, Keberadaan Kelapa dan Nanas, Konstruksi Megalitikum, Kekayaan tambang dan lain-lain (http://atlan.org/articles/checklist)

Ilmu yang digunakan Santos dalam menelusur lokasi Atlantis ini adalah ilmu Geologi, Astronomi, Paleontologi, Archeologi, Linguistik, Ethnologi, dan Comparative Mythology.

Plato bercerita bahwa Atlantis adalah sebuah negara makmur dengan emas, batuan mulia, dan ‘mother of all civilazation’ dengan kerajaan berukuran benua yang menguasai pelayaran, perdagangan, menguasai ilmu metalurgi, memiliki jaringan irigasi, dengan kehidupan berkesenian, tarian, teater, musik, dan olahraga.

Warga Atlantis yang semula merupakan orang-orang terhormat dan kaya, kemudian berubah menjadi ambisius. Para dewa kemudian menghukum mereka dengan mendatangkan banjir, letusan gunung berapi, dan gempa bumi yang sedemikian dahsyatnya sehingga menenggelamkan seluruh benua itu. Kisah-kisah sejenis atau mirip kisah Atlantis ini yang berakhir dengan bencana banjir dan gempa bumi, ternyata juga ditemui dalam kisah-kisah sakral tradisional di berbagai bagian dunia, yang diceritakan dalam bahasa setempat.

Menurut Santos, ukuran waktu yang diberikan Plato 11.600 tahun SM, secara tepat bersamaan dengan berakhirnya Zaman Es Pleistocene, yang juga menimbulkan bencana banjir dan gempa yang sangat hebat. Bencana ini menyebabkan punahnya 70% dari species mamalia yang hidup saat itu, termasuk kemungkinan juga dua species manusia : Neandertal dan Cro-Magnon.

Sebelum terjadinya bencana banjir itu, pulau Sumatera, pulau Jawa, Kalimantan dan Nusa Tenggara masih menyatu dengan semenanjung Malaysia dan benua Asia .


Sulawesi, Maluku dan Irian masih menyatu dengan benua Australia dan terpisah dengan Sumatera dan lain-lain itu. Kedua kelompok pulau ini dipisahkan oleh sebuah selat yang mengikuti garis ‘Wallace’.

Posisi Indonesia terletak pada 3 lempeng tektonis yang saling menekan, yang menimbulkan sederetan gunung berapi mulai dari Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, dan terus ke Utara sampai ke Filipina yang merupakan bagian dari ‘Ring of Fire’. Hingga terjadinya letusan gunung berapi secara berurutan, yang menyebabkan melelehnya lapisan es dan menimbulkan gempa dan tsunami yang menenggelamkan dataran rendah.

Benarkah hypothesis itu?

Dengan kecanggihan teknologi saat ini, yang memungkinkan pencarian di kedalaman laut, kebenaran seluruh hypothesis yang pernah ada tentang Atlantis mungkin akan segera terungkap.. Bagaimana menurut anda? Benarkah bangsa Indonesia adalah keturunan bangsa Atlantis yang terselamatkan?

Di bawah ini saya kutipkan 24 syarat Atlantis (di mana saja di seluruh dunia) hasil kesepakatan para peneliti Atlantis dari 15 negara yang berkumpul di Pulau Milos, Yunani, dari 11 hingga 13 Juli 2005. Mereka bertukar pikiran mengenai keberadaan Benua Atlantis.

Selama konferensi dengan judul “Hipotesis Atlantis – Mencari Benua yang Hilang”, para spesialis dalam bidang arkeologi, geologi, volkanologi dan ilmu-ilmu lain memperesentasikan pandangannya tentang keberadaan Atlantis, waktu menghilangnya, penyebabnya, dan kebudayaannya.

Berdasarkan kepada tulisan Plato, peserta konferensi akhirnya setuju pada 24 kriteria yang secara geografis harus memenuhi persyaratan keberadaan lokasi Atlantis, yaitu:
1. Metropolis Atlantis harus terletak di suatu tempat yang tanahnya pernah ada atau sebagian masih ada.
2. Metropolis Atlantis harus mempunyai morfologi yang jelas berupa selang-seling daratan dan perairan yang berbentuk cincin memusat.
3. Atlantis harus berada di luar Pilar-pilar Hercules.
4. Metropolis Atlantis lebih besar dari Libya dan Anatolia, dan Timur Tengah dan Sinai (gabungan).
5. Atlantis harus pernah dihuni oleh masyarakat maju/beradab/cerdas (literate population) dengan ketrampilan dalam bidang metalurgi dan navigasi.
6. Metropolis Atlantis harus secara rutin dapat dicapai melalui laut dari Athena.
7. Pada waktu itu, Atlantis harus berada dalam situasi perang dengan Athena.
8. Metropolis Atlantis harus mengalami penderitaan dan kehancuran fisik parah yang tidak terperikan (unprecedented proportions).
9. Metropolis Atlantis harus tenggelam seluruhnya atau sebagian di bawah air.
10. Waktu kehancuran Metropolis Atlantis adalah 9000 tahun Mesir, sebelum abad ke-6 SM.
11. Bagian dari Atlantis berada sejauh 50 stadia (7,5 km) dari kota.
12. Atlantis padat penduduk yang cukup untuk mendukung suatu pasukan besar (10.000 kereta perang, 1.200 kapal, 1.200.000 pasukan)
13. Ciri agama penduduk Atlantis adalah mengurbankan banteng-banteng.
14. Kehancuran Atlantis dibarengi oleh adanya gempa bumi.
15. Setelah kehancuran Atlantis, jalur pelayaran tertutup.
16. Gajah-gajah hidup di Atlantis.
17. Tidak mungkin terjadi proses-proses selain proses-proses fisik atau geologis yang menyebabkan kehancuran Atlantis.
18. Banyak mata air panas dan dingin, dengan kandungan endapan mineral, terdapat di Atlantis.
19. Atlantis terletak di dataran pantai berukuran 2000 X 3000 stadia, dikelilingi oleh pegunungan yang langsung berbatasan dengan laut.
20. Atlantis menguasai negara-negara lain pada zamannya.
21. Angin di Atlantis berhembus dari arah utara (hanya terjadi di belahan bumi utara)
22. Batuan Atlantis terdiri dari bermacam warna: hitam, putih, dan merah.
23. Banyak saluran-saluran irigasi dibuat di Atlantis.
24. Setiap 5 dan 6 tahun sekali, penduduk Atlantis berkurban banteng.

Sabtu, 07 Mei 2011

Yellowcard - Hang You Up (Official Music Video)

I cannot hold this anymore
My hands are tired of only waiting to let go
And I am waiting, still

I used to know which way to turn
You were a light inside a tunnel in my head
I try to follow, still
I try to follow, still

It's hard to see you, we are older now
And when I find you, you just turn around
This is a black and white of you I've found
I hang you up, and then I pull you down
I hang you up, and then I pull you down

No more apologies from me
My arms of tired of picking up what I've put down
You're all I think of, still

I'm gonna miss you every day
I turn my back on anyone who won't believe

And it gets lonely, still
It gets lonely, still

It's hard to see you, we are older now
And when I find you, you just turn around
This is a black and white of you I've found
I hang you up, and then I pull you down
I hang you up, and then I pull you down.

I get lost sometimes
Another year flies by
But I know if I try
Memories of the light in your eyes
Can take me back in time

It's hard to see you, we are older now
And when I find you, you just turn around
This is a black and white of you I've found
I hang you up, and then I pull you down
I hang you up, and then I pull you down
I hang you up, and then I pull you down

I don't hear music anymore
My ears are tired of all the pictures and words
'Cause you are in them, still

Sajak Pagi Yang Mati


Sajak Pagi Yang Mati
Batang tubuh hujan masih tersisa di jendela
paku-paku lenyap di bumi penuh kabut
jarum jam terus bergerak, tapi hidup sudah tak ada lagi
hidup melintasi waktu, menjarangkan jarak
meloncat kesana kemari
tak ada lagi

beringin tua yang tumbuh depan rumah kabupaten
daunnya gugur, embun lenyap merusak angin pagi
pagi yang sedih adalah pagi yang dipenuhi air mata pada derasan doa-doa kematian
pagi yang melupakan jaraknya pada masa lalu
pagi yang menyentuhi rembulan tadi malam tanpa sama sekali menyenggamainya.

Pohon-pohon kamboja
kebun berbunga matahari
tanah sawah, tanah merah
luku-luku yang dibentuk seribu garis
mimpi berwarna biru
mata api, mata laut
senja yang kalut

Pagi ini sudah menemui alam mati
tak ada lagi yang harus dituliskan
kisah masa depan bukanlah kisah riuh rendah menjerang-jerangkan harapan
bukan lagi mimpi membangun rumah berbatu derasan doa

Pagi ini sudah mati
kerandanya ada di tepi tumbuhnya matahari............

(Anda,7 Mei 2011)

Pelabuhan Kecilku

Pelabuhan Kecilku
Oleh : ANDA K

Dulu dirimu seperti pelabuhan kecil
sampan-sampan kayu bersauh
layar-layar tambalan koyak nelayan menaruh harapan pada ikan-ikan tangkapan
dirimu pelabuhan kecil yang mungil
dengan dermaga kayu berjajar mengatasi ombak, memotong angin.

Dulu dirimu seperti pelabuhan kecil
dimana cakrawala di atas rumah penjaga lautan memerahkan senja
dan angin sore menghujani kepala
sejuk dan nyaman
memeluk dirimu berjam-jam tanpa lupa cinta yang dibina

Dulu dirimu seperti pelabuhan kecil
tanganmu halus kulembut seperti arus kali yang menghangatkan batu-batu

Pelabuhan kecil
tempat nelayan menaruh jaring dan mengait-ngait kayu untuk keramba
membina harapan dengan merajut senar-senar agar bisa menangkap ikan-ikan laut
tempat dimana keluarga bisa dibentuk
tempat dimana aku bisa keluar dari angin badai masa silam

Pelabuhan kecil kini sudah mati
karena tidak ada kesetiaan dan kepala batu
kadang-kadang sikap keras perlu
untuk percaya bahwa cinta bisa dilanjutkan

Pelabuhan kecil porak tempatnya
hancur menjadi puing-puing
hanya puisi yang bisa dikenang
tentang pelabuhan kecil yang nyaman................

Rabu, 04 Mei 2011

Konyol dalam Intelektual


Betapa bahayanya Negeri ini diwakili sekelompok orang yang tidak kapabel dan tidak siap seperti ini, konyol dalam intelektual dan tidak mengerti persoalan masyarakat. Contohnya adalah studi Banding Kemiskinan ke Australia, lalu setelah dicecar para mahasiswa kita, mereka gelagapan bahkan alamat email saja mereka bego-nya minta ampun, begini jalan ceritanya :

Here comes the bomb shell…

Setelah sesi tanya jawab soal kemiskinan, beberapa mahasiswa berteriak soal buang-buang uang ke Australia yang menghabiskan dana kunjungan sampai milyaran.

Salah satu kawan saya (pas saat sesi kacau) sempat berteriak, “Kenapa nggak pakai teleconference aja sih Pak?” Pada saat itu, Bapak Karding menjawab, “Wah, itu kan teknisnya terlalu rumit…." Sontak mendengar jawaban tadi, hadirin yang umumnya mahasiswa langsung tertawa… lalu ada lagi yang nyeletuk, “Pak, mau dibikinin account Skype sama saya nggak?”

Trus, ada beberapa anggota Komisi VIII yang mengatakan, karena keterbatasan waktu, kawan-kawan bisa menghubungi kami lewat e-mail. Tapi, ketika serentak kami menanyakan apa alamat e-mail beliau, yang keluar adalah… xxxx@yahoo.com :) .

Beberapa hadirin, termasuk saya, tampak kesal dengan jawaban tersebut, kemudian hadirin menanyakan, “Kami ingin alamat resmi Bapak!” Dan dibalas dengan, “Nanti… nanti akan diberikan….” Pada saat itu penyiar radio PPI Internasional menginterupsi, “Tolong disebutkan saja Pak di sini, jadi semua orang bisa dengar….” Bahkan dengan tantangan itu pun sepertinya mereka, bapak-bapak/ibu-ibu anggota Komisi VIII itu, tidak tahu… apa alamat e-mail resmi mereka… Saya lihat ada 1 orang staf ahli yang mendampingi Komisi VIII sibuk bolak-balik mencoba membagikan kartu nama (yang itu pun dalam kartu nama tersebut tercantum alamat e-mail Gmail dan Yahoo ) …???

Karena suasana panik dan makin riuh, salah seorang ibu (staf anggota Komisi VIII) berteriak, ” KALAU ADA YANG PERLU DITANYAKAN… SILAKAN SAJA KIRIM KE ALAMAT E-MAIL: KOMISI DELAPAN AT YAHOO DOT COM.. !!!!” Pada saat itu, tawa hadirin langsung pecah.... Saya sendiri geleng-geleng kepala dan sudah tidak tahu mau bicara apa lagi….

Ada teman yang bilang: Wah, kalo gitu mah gak usah jadi anggota DPR, anak saya yang masih kecil juga udah bisa bikin e-mail Yahoo sendiri… :)

BTW, setelah acara selesai, salah seorang kawan mencoba mengirim test mail (via BB) ke:

- komisiviii@yahoo.com

- komisi8@yahoo.com

- komisidelapan@yahoo.com

- komisiviii@yahoo.co.id

- komisi8@yahoo.co.id

- komisidelapan@yahoo.co.id

and guess what, none of them is working…!!! Semua e-mail test bouncing back ke sender alias alamat yang diberikan tidak ada…!!!!

Lagi-lagi karena tidak puas, saya beserta istri dan kawan-kawan mendekati ibu salah satu staf ahli pendamping anggota Komisi VIII dalam kunjungan kerja ini, sambil menanyakan alamat resmi, saat itu beliau bilang, “Lihat aja di website DPR, nanti kan ada daftar masing-masing kKomisi, nanti dari situ ada alamat imelnya."

Lagi-lagi kita cek via HP, dan …ternyata tidak ada (kalau tidak percaya, silakan cek sendiri ke www.dpr.go.id). Kalau begini, mana yang benar? Kalau yang bekerja di DPR saja tidak tahu alamat kontak resmi yang bisa dihubungi, bagaimana dengan orang lain?? Dan jangan salah bahwa 1 staf DPR memiliki 7 asisten (staf ahli), *Unfortunately* sepertinya tidak satu pun dari ke-7 asisten beserta anggota DPR itu sendiri tahu alamat kontak resmi mereka ??? Kalau untuk hal yang sangat mendasar saja mereka tidak kompeten, bagaimana mereka akan membela kepentingan rakyat yang akan mereka wakili???

Bagaimana tidak, DPR RI, parlemen dari negara dengan jumlah penduduk ke-4 terbesar di dunia, parlemen dari negara anggota G-20 (negara dengan salah satu kekuatan ekonomi dan pangsa pasar terbesar di dunia) serta mempunyai anggaran bertriliun-triliun rupiah untuk gedung baru, lengkap dengan fasilitas dan tunjangan lainnya… masih memakai alamat e-mail gratis untuk kontak terhadap rakyat yang diwakilinya…??

Tidakkah mereka berpikir bahwa parlemen kita akan menjadi bahan olok-olok parlemen Australia begitu melihat kartu nama dengan alamat e-mail dari Yahoo/Gmail???

Ketika ditanya alamat kontak mereka, umumnya mereka kebingungan menjawabnya, yang menurut saya sangat-sangat aneh, bukan?? Bagaimana mereka mau mendengar aspirasi rakyat yang mereka wakili jika alamat kontak untuk dihubungi pun mereka kebingungan menjawabnya??

Setelah acara diskusi selesai, beberapa dari kami yang tidak puas langsung menyerbu dan bertanya langsung ke anggota Komisi VIII. Ada dari beberapa di antara mereka tidak membawa kartu nama!!! Bagaimana mereka ingin memperkenalkan diri di hadapan anggota parlemen Australia jika kartu nama saja mereka tidak bawa, dan kalaupun ada, mereka mencantumkan alamat e-mail gratis (Yahoo/Gmail) sebagai alamat kontak mereka !!!

Pada saat saya mencoba bertanya kepada Bapak Karding tentang kunjungan studi banding, saya tanyakan, “Pak, bukankah menjadi paradoks bagi DPR bahwa kunjungan studi banding dalam rangka mengentaskan kemiskinan, tapi di saat yang sama DPR menghambur-hamburkan uang rakyat yang akan dientaskan kemiskinannya???”

Ironis sekali memang ternyata, dan syukur…kalau bukan karena kesempatan ini, saya mungkin hanya bisa mendengar dari media massa tentang perilaku anggota DPR, tapi untuk saat ini saya bisa melihat, mendengar, dan mengalaminya sendiri di depan mata.

Saat itu kami sempat bingung dan bertanya kepada salah satu staf senior KJRI, ”Pak, apa memang sudah separah inikah keadaan institusi di negara kita?” Beliau menjawab (dan mencoba berdiplomasi), “Maaf Dik, saya sendiri belum berkecimpung di dunia politik, mengenai komentar, saya pikir, Adik bisa lihat sendiri apa yang terjadi tadi.” (kayaknya beliau juga shock)

Penutup

By the way, beberapa kawan sebelum pulang, kita sempat bercanda, “Kayaknya abis malem ini kita bakal susah tidur nih….” Dan banyak yang geleng-geleng kepala sampai keluar pintu KJRI, sepertinya kita masih belum percaya dengan apa yang kita lihat.

Entah mau dibawa ke mana negara ini jika para pemegang amanahnya saja tidak kompeten di bidangnya.

Dan, memang ternyata benar, sampai sekarang, pukul 6.30 pagi, pun saya belum bisa tidur… :) Bahkan hingga keesokan harinya, seorang kawan berkelakar di milis, “Mungkin coba aja imel ini: k0M151d3L4P4n@yahoo.com, kali aja mereka ber-alay ria…he-he-he….”

Aku & Perjalananku (anda . K)

AKU & PERJALANAN

Aku berjuang
di antara pena dan buku-buku
yang melingkari waktuku

Kukumpulkan huruf-huruf yang
berhamburan...
di jiwa...
di raga...
di fikiran...

Kukembangkan layar khayal
Keingingan tlah menjelma BAGAI DEWA
Tuk arungi samudra kenyataan
Berdiri tegak pada simpang kehidupan
Dengan tatap mata yang tajam
Memandang hari depan
Yang merindukan.... HARAPAN!

Cangkulku adalah renungan
Mata hatiku adalah pisau
Kudapat kupas apa yang kumau!
Air mata kekasihku
Kuanggap syair kehidupan
Sampai kubilang mati itu adalah... KEINDAHAN!

Bulanlah yang memberiku mimpi-mimpi...
Anginlah yang mengajakku tuk ‘mencari’
Dan aku sama sekali tak peduli
Walau kuharus menjadi “muntah” tuk menjawab
Teka-teki tentang..... DIRIKU SENDIRI!

Aku tetap Aku
Siapa pun tak perlu tahu!
Aku adalah Aku
Yang tak pernah kau tahu
Dan apa juga yang kau sangka!

(ANDA,04 Mei 2011)

Ketika Tuhan Menciptakan Wanita



Ketika Tuhan menciptakan WANITA,
malaikat datang dan bertanya..."Mengapa begitu lama menciptakan WANITA Tuhan???"

Tuhan
menjawab, "Sudahkah engkau melihat setiap detail yang saya ciptakan
untuk WANITA?"... " Lihatlah dua tangannya mampu menjaga banyak anak pada saat
bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan
keterpurukan, dan semua itu hanya dengan dua tangan".

Malaikat menjawab dan takjub," hanya dengan dua tangan ???????? tidak mungkin!!!!!!!"

Tuhan menjawab "tidak kah kau tau,,,dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari ".

Malaikat
mendekat dan mengamati WANITA tersebut, dan bertanya, " Tuhan,,,kenapa
wanita terlihat begitu lelah dan rapuh ??????,,, seolah-olah terlalu banyak
beban baginya...."

Tuhan menjawab " itu tidak seperti yang kau bayangkan,,, itu adalah air mata...."

"untuk apa??????" tanya malaikat....

Tuhan
melanjutkan " air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan
kegembiraan,, kegalauan,, cinta,,, kesepian,,, penderitaan,,, dan
kebanggaan....
serta wanita ini mempunyai kekuatan mempesona laki-laki...ini hanya beberapa kemampuan yang dimiliki WANITA....."
"dia dapat mengatasi beban lebih dari laki-laki,,,, dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri....."
"dia
mampu tersenyum saat hatinya menjerit,,, mampu menyanyi saat
menangis,,,menangis saat terharu,,,bahkan tertawa saat ketakutan...."
" dia berkorban demi orang yang dicintainya.."
" dia mampu berdiri melawan ketidakadilan..."
" dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang...."
" dia girang dan bersorak saat kawanya tertawa bahagia..."
" dia begitu bahagia mendengar suara kelahiran...."
"
dia begitu bersedih mendengar berita kesakitan dan kematian,,, tapi dia
mampu mengatasinya...dia tau bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat
menyembuhkan luka...."

"CINTANYA TANPA SYARAT,,,,"


" HANYA ADA SATU YANG KURANG DARI WANITA,,, DIA SERING LUPA BETAPA BERHARGANYA DIA....."

Selasa, 03 Mei 2011

Pulang

PULANG .... !!!

Dalam gelap dimana langit bisa kutuju
Pada jalan-jalan sepi dibawah cakrawala merah
disanalah aku pulang
desai-desai angin dan suara bising pesawat
bisik sengau penjaja
disanalah aku pulang

Pada ladang petang, senja menantang
aku hadirkan lelah lukisan malam
aku pulang membawa cinta
dengan hati yang terjaga.........

Kerjaku di hari tadi
peluh-peluh keringat menjadi bulir beras yang kutanak
demi kehangatan
Aku pulang

Pada rumah dimana matahari bersembunyi
Pada kamar dipenuhi air api cinta

(Anda, 03 Mei djakarta 2011)

Selamat Pagi..Djakarta



Kubuatkan kopi
Dan sedikit makanan basa basi
Lalu kumainkan lagi
Sebait lagu usang
Yang dulu disimpan
Pada lemari pikiran


Selamat pagi Djakarta
Kota tua tak pernah punya hati
Ia tidak begitu dikasihi
Karena ia membungkus benci

Dari satu titik ke titik lainnya
Sejarah kota ini
Membentuk kurva
Senang atau tidak senang
Kita dipaksa menafsirkan

Selamat Pagi Djakarta!!

Kota yang memaksa kita
Terus dipaksa mimpi-mimpi

Satu Garis, Serangkaian Cerita di Malioboro


Oleh Anda Djogjakarta

Sebuah kota bukan hanya tempat, tapi juga kumpulan kenangan yang dicantumkan dalam kepala kita

(Anda, Mei 2011)

Malioboro adalah sejarah,.... adalah serpihan kenangan masa muda kita ketika mengenang Kota Yogya. Sebuah jalan pada satu kota adalah kumpulan kenangan yang tergabung secara kolektif bagi penghuninya. Malioboro bukan saja hanya menyimpan kisah Umbu, cucu raja Sumba yang menjadi penguasa Sastrawan di kota Yogya era 1970-an yang dengan hatinya memupuk sastrawan-sastrawan berkaliber raksasa macam Linus Suryadi, Korie Layun Rampan, Emha Ainun Nadjib atau ratusan anak muda yang memuja Umbu. Sosok misterius Umbu dan keinginannya mengalahkan kata-kata adalah bagian tersendiri dari kisah Malioboro sebagai sebuah jalan.


Tata kota dalam kebudayaan Jawa bukan saja berarti fungsi tapi juga bermakna berbagai macam struktur pola pikir orang Jawa : Kekuasaan, Harmoni dan Kepekaan terhadap alam. Jalan lurus Malioboro merupakan gambaran bagaimana seorang raja Jawa memiliki hubungan horisontal kepada rakyatnya sekaligus penanda ada garis imajiner antara Keraton dan Gunung Merapi. Gunung sebagai pusat kebijakan menjadi akhir dari penanda jalan lurus ini yang berhenti di Stasiun Kereta Api Tugu. Dulu di tengah Malioboro terbiasa orang melakukan 'laku pepe' untuk mengadukan nasibnya pada Sultan. Laku ini bisa dijalani berhari-hari sampai Sultan memanggil kawulanya dan bertanya apa masalah yang sedang dihadapinya. Disinilah kemudian jalan Malioboro bertransformasi dari fungsi ruang tata kota menjadi fungsi ruang komunikasi politik.


Malioboro adalah kanal bisnis bagi kelompok Tionghoa yang dimasa lalu memiliki sejarah hubungan naik turun dengan kekuasaan Kesultanan Yogyakarta. Di Kotagede, kaum Tionghoa tidak diperbolehkan berdagang karena memang sudah ada mayoritas pebisnis pribumi seperti Kelompok Kalang dan Kelompok pedagang Santri-Muslim yang melingkar pada organisasi Muhammadijah. Di tengah kota kelompok Tionghoa ini menjadikan Malioboro sebagai daerah modal untuk mengembangkan bisnisnya. Perang Jawa tidak akan bisa lepas dari percaturan politik Tionghoa. Tokoh seperti Tumenggung Secodiningrat. Sejarah Secodiningrat adalah sejarah percampuran juga sejarah politik dan kebencian rasial. Politik Cinta-Benci yang selalu menandai sejarah kekuasaan Jawa-Mataram ini ternyata mendapatkan tempat dalam cerita jalan Malioboro. Di jaman Secodiningrat inilah jalan Malioboro menjadi saksi beberapa intrik keraton yang kemudian juga melibatkan ketidaksenangan Paku Alam terhadap peran Secodiningrat. Jauh setelah itu di tahun 1948, Jalan Malioboro juga menjadi saksi pertempuran besar antara Pasukan Republik yang kalang kabut menghadapi serangan Belanda yang mendadak menjadi pintar bermain agresi dan belajar dari gaya agresi Jerman ke Nederland 14 Mei 1941, dengan menerjunkan ribuan pasukan terjun payung dan terlihat bak jamur berjatuhan.


Malioboro adalah sejarah dagang, sejarah intrik, sejarah kekerasan dan sejarah perundingan. Peristiwa penyerbuan Yogya oleh balatentara Van Langen adalah cerita tersendiri bagaimana Malioboro bisa dijadikan jalan lancar pasukan Belanda menguasai Ibukota Republik dan langsung mengepung Gedung Agung, tempat Sukarno, Hatta dan kabinetnya berunding untuk mengambil tindakan yang tepat atas penyebuan Yogya. Sukarno sendiri akhirnya memutuskan untuk bersedia ditangkap dengan pertimbangan agar Agresi Militer ini dijadikan masalah Internasional oleh kaum Asian Lobbying yang ada di PBB termasuk Perdana Menteri India, Jawarhalal Nehru. Pada saat serangan terjadi, pasukan pengamanan kota pimpinan Letkol Suharto (kelak jadi Presiden RI) sedang tidak berada di dalam kota. Entah kenapa pasukan dalam kota menjadi kosong, hal ini juga menjadi pertanyaan penting kelak dikemudian hari ketika Suharto tidak lagi menjadi Presiden dan pernah juga digugat oleh Walikota Yogyakarta Pangeran Soedarisman Poerwokusumo, yang juga pernah menjadi korban intrik Orde Baru karena lamban menanggapi kasus 1 Oktober 1965. Pangeran Soedarisman berkata : “Dimana pasukan Suharto, saat serangan terjadi?” Soedarisman sendiri pada tahun 1948 adalah pejabat Walikota Yogyakarta dan mengeritik bahwa “Serangan Umum 1949 yang dilakukan satu tahun setelah agresi militer bukanlah permainan Suharto tapi buah dari otak Sri Sultan Hamengkubuwono IX”


Disinilah kemudian pada tahun-tahun Orde Baru, Malioboro menjadi konflik sejarah. Lantas siapakah yang berkuasa atas daulat Yogya dalam ruang sejarah 1949? Sultan atau Suharto?....Dan tugu Monumen Jogja kembali didirikan 6 Juli 1986 di dusun Jongkan, Kecamatan Ngaglik, Sleman sebagai lambang superioritas Suharto atas Sultan dalam kemenangan sejarah. Dan sejarah adalah urusan kekuasaan bukan fakta atau kekeliruan peristiwa. Malioboro menjadi medan ganas pertempuran serangan Umum 1949. Perang dari pintu ke pintu, pembunuhan dengan menggunakan sangkur dan perkelahian satu persatu menjadi cerita rakyat ketika mengenang Malioboro sebagai ruang pertempuran Belanda-Republik, sebuah buntut dari permainan judi perundingan yang tidak tegas pada Belanda. Setidak-tidaknya itulah yang dikatakan kelompok Tan Malaka, yang disetujui oleh Jenderal Sudirman.


Lain 1949, Lain 1965. Malioboro juga menyimpan kenangan kepahitan atas serbuan pasukan-pasukan RPKAD yang juga menggerakkan pemuda-pemuda anti kominis untuk mengetuki pintu rumah-rumah yang ditengarai terlibat Partai Komunis Indonesia. Apakah Malioboro juga menjadi saksi bagaimana DN Aidit melarikan diri dan berusaha bertemu dengan ketua partai Yogya sebelum akhirnya menyusup ke Solo dan ditangkap oleh militer. Apakah DN Aidit juga memandang jalan Malioboro, seperti halnya Umbu memandang jalan Malioboro? Entah Aidit, entah Umbu Jalan Malioboro adalah jalanan yang dipenuhi kenangan......
Itulah juga yang membuat Katon Bagaskara bercerita tentang suasana Yogyakarta. Ia melamun tentang pengamen jalanan, tentang kerinduan dalam bait-baitnya yang paling dikenal oleh anak muda yang tumbuh di tahun 1990-an :


Di persimpangan langkahku terhenti

Ramai kaki lima

Menjajakan sajian khas berselera

Orang duduk bersila

Musisi jalanan mulai beraksi

Seiring laraku kehilanganmu

Merintih sendiri

Ditelan deru kotamu ...


Bukan saja Umbu yang akan tergetar bila mendengar lagu ini, jutaan orang yang pernah menghabiskan masa mudanya di Yogya..terkenang Maliobo. Karena Toh Yogya menyimpan jutaan kenangan di banyak kepala kita. Dan Malioboro seperti bahasa Sansekerta yang berarti rangkaian bunga, adalah rangkaian cerita yang melantun di kepala orang bila mengingat Kota Yogyakarta.


Seperti satu bait yang ditulis Umbu Landu Paranggi dalam sajak Melodia....Cintalah yang membuat diriku betah untuk sesekali bertahan......Begitulah kenangan banyak orang pada Yogya dan bujur jalan Malioboro.


ANDA DJOGJAKARTA

KOTA ITU (mati)


Warna seperti menghilang di kota ini
hitam dan putih masa lalu
Telah membisu

Semua berkahir di sini
Tempatku mulai bermimpi
Masih menari di sini
Langkahmu yang telah pergi

Udara kini berubah di kota mati
seperti kisah masa lalu
Kini membisu

Coba dengarku berbisik
Suara yang telah mengering
Hati ku mati di sini
Terdiam dan tak mengerti .....

............masih bertahankah sisa
mimpi-mimpi ku di kota ini
............ kini bertahan sisa
mimpi-mimpi ku di kota ini

Senin, 02 Mei 2011

Happy B'day (L.V)



Beloved,today is the day when u’re born.the day that I thanks to God because u were born with those sweet smile, lovely face,and kindness heart.And I’m so happy today because u’re mine,and I will Love u with all my heart.Maybe I’m not so perfect because sometimes i make u cry, but all i can give is my trust,and my love for u.I’m yours.Happy Birthday my dear,wish u all the best in this world.” 

Minggu, 01 Mei 2011

Rumah yang Kita Bangun di Masa Lalu


Rumah…

Rumah yang kita bangun di masa lalu
Adalah rumah kering air mata
Di muaranya kita reguk kebahagiaan
Di cintanya kita kenang pintu cinta

Rumah yang kita bangun di masa lalu
Adalah cerita masa depan
Impian-impian kita
Dan segala celotehnya

Rumah yang kita bangun di masa lalu
Akankah tetap tegar menjadi rangkaian kata yang bisa membentuk masa depan?