Cari Blog Ini
Rabu, 04 Januari 2012
Sajak Panembahan Senopati Menjelang Ajal
Dengung gung, wanita selir mondar mandir
di luar kamar sang panembahan sepuluh penembang menyanyikan bait-bait
tentang ruh yang akan pisah dari raga, tentang Megatruh yang berlarian
dalam langit senja, petani-petani mengosongkan ladang dan padi-padi baru saja mekar
seribu kyai menderaskan langit dengan doa
tentang panjangnya umur sang Panembahan, Pasar-pasar sepi seperti mati
Macan hitam berulang kali melompati cungkup-cungkup pemakaman
tanda kematian sebentar lagi mengetuk pintu jati
dan sungai-sungai mengeringkan air, rumput tumbuh dan angin mendesai dalam sore yang pasrah
Malam datang
Sang Panembahan menjelang ajal
Mata kuyu berkeliaran memutar-mutar dalam gelap
kehidupan ditandai pada bintang-bintang yang menjadi pedoman petani membalik-balikkan tanah sawah
pada nelayan yang mengatur jarak untuk melaut
pada para resi dan kyai yang mencoba menghitung tanggal berpuasa
bintang terang yang ada diatas tinggi kepala penguasa Mataram, bintang terang para Raja
Bupati-bupati berkumpul di balai sewaka
Para senopati mengatur kuda-kuda upacara
dan dayang-dayang memijati para pangeran yang datang dari utara
Sang Panembahan sebentar lagi menemui Tuhan Kuasa
Mataram bergelut dengan maut pada Raja yang berhati sepi
Sang Panembahan berdiri dalam sakit yang melayukan badan, dan tulang gemeretak dengan gigi separuh ompong ia melirih :
O, malam penuh bintang aku mohon maaf bila menyakiti kehidupan
aku salah dalam kediaman, aku rasai hidup bagaikan menaklukan kebohongan dan menciptakan penipuan demi Jawa ..........Demi Jawa.
Akulah yang diwarisi untuk menaklukan Jawa, dalam laut dalam darat, semua pelabuhan dan Pasar-Pasar, semua kapal-kapal, pedagang-pedagang dari Cina, Cempa, Kalingga, Haryya, Kmir dan Arab...aku ingin menaklukan semua pesisir utara Jawa agar menjadi benteng kuat diselatan dunia.
Aku taklukkan semua bupati pedalaman, para kanjeng pangeran dan semua wilayah di timur Jawa.
Inilah aku penerus kebesaran tanah Jawa
akulah sang Panembahan yang hidup dengan dupa-dupa dan dianugerahi kekuatan seribu dewa
Pasar Lor sudah menjadi perkabaran pertama dari perjuangan menundukkan Jawa
selaksa serdadu kuda menjaga batas-batas penaklukkan
dan mimpi belum berhenti dari terusan demi terusan
satu layang mati dan seribu layang diterbangkan untuk mengabarkan bahwa di Jawa sudah ada kekuatan.
Keris sakti ini sudah kutaruh di atas meja duka.
Tapi aku sakit, diriku sakit bukan badan ini yang hanya meriang
tapi jiwaku kosong, hidupku hampa
terbayang wajah seratus kematian yang telah aku sebabkan
wajah janda-janda dan anak kecil yang kehilangan bapaknya
muka-muka tanah kurus diterpa kelaparan kerna serdadu menghanguskan lumbung-lumbung dan membunuhi petani
aku layu mengenangkan, sebagai pembawa kematian
Dupa ini kuhirup pada mata yang mati
Karenaku,
Kapal-kapal dihancurkan, perdagangan mati tanpa kuasa
saudagar-saudagar ditelan dan perdagangan pindah ke bumi utara
Jawa....Jawa
demi dirimu aku menyiksa kehidupan
ladang-ladang dan pelabuhan
sudah aku buat seperti macan tua yang hanya makan belalang
tak ada kemampuan untuk melawan
karena akulah Sang Panembahan
Kematian datang, dentaman gamelan dan jiwa sebentar lagi pisah badan
biarlah aku sendiri
mengenangkan sepi, membayangkan wajah Mangir yang pecah kuinjak diatas watu gilang
dengkok sudah tahtaku terhantam wajah kuat sang penguasa macan
tapi akulah Raja Jawa
yang menjalani hidup dengan takdir
seperti aku mampu menghabisi Bendoro Pangeran Penangsang
kudanya gagak rimang menyembah padaku, dan sang Pangeran tersungkur memegangi usus
ia mati dan Jawa menjadi hidup kembali
Jawa...Jawa
demi dirimu aku menyiksa kehidupan
Senin, 02 Januari 2012
Selamat Datang 2012
Masa usang 2011 sudah berlalu
Kita injak tahun yang baru
Tahun bernomor genap dengan seribu harap
Bahwa kita bisa menghadapi dunia dengan gegap dan derap
Ciptakan keberanian dalam diri kita
Berani mewujudkan apapun mimpi-mimpi yang di kepala
Berani maju di tengah hujan ketakutan dan sikap pesimis
Seluruh pikiran kita menuju bentuknya
Kegagalan di tahun lalu anggaplah karat yang menciptakan rasa pahit
Kini karat itu sudah hilang
Bersamaan Tahun 2012 yang datang dengan senang
Menyapa kita lewat jutaan kembang api
Waktu itu Abadi
Yang Menua adalah diri kita
Menua tidak sekedar menua
Menua untuk menjadi Manusia yang Semangkin Manusia
Kemanusiaan kita adalah proses
Dan Waktu adalah kendaraannya………………
Anda, Djogja 2012.
Sabtu, 31 Desember 2011
Sajak Untuk Gus Dur
Kematian adalah waktu yang membatasi eksistensi manusia
Waktu yang pernah menjadi pikiran ketika kita hidup
Waktu yang menjalani kita terbang bersama bergelut dengan kehidupan
Kematian adalah perayaan bagi sebuah pertemuan
Pertemuan dengan Tuhan dan disitulah esensi terbuka
Pada pintu yang jembar........
Manusia dan sejarah adalah persoalan akumulasi
Dan Gus Dur menjalani itu dengan baik
Akumulasi untuk menghargai bahwa kita hidup di dunia yang tidak hanya satu pikiran
bahwa kita hidup di dunia ini bersama-sama
dan bahwa kita diajarkan untuk saling mengenal perbedaan
karena perbedaan pada hakikatnya adalah melatih kecerdasan.
Gus, pikiranmu tetap konsisten walau kau kerap berlagak mengubah-ubah pendapat
Kau jalani hidup di Mesir dengan pemberontakan intelektual
kau goyang-goyangkan Indonesia dengan kegelisahan
Di kala semua orang sujud di kaki Suharto
kau menyadarkan bahwa kekuasaan tidaklah harus tunggal
Kau memainkan drama politik dengan penuh gairah
kegelisahan itu menjadikan dirimu sebagai sutradara sejarah Indonesia
Lewat kelihaianmu rakyat disadarkan bahwa sang Raja tidaklah harus menjadi pemain tunggal pembentuk segala.........
Gus, masih ingatkah kau ketika kau mencela DPR sebagai Taman Kanak-Kanak
Ya, kita sedang belajar berdemokrasi, kau hadir di masa-masa sulit untuk mengajarkan kami betapa demokrasi memang harus riuh rendah, betapa demokrasi harus menjadikan kita dewasa dan kau tetap menawarkan kegelisahan pada kami......
Gus, kau dengan berani menyatakan bahwa Indonesia bukanlah ruang tunggal untuk satu kepercayaan, Indonesia adalah ruang bersama untuk banyak kepercayaan, karena pada hakikat manusia hidup dengan pengalamannya bukan pemaksaan atas pengalaman orang lain.
Gus, kaulah yang menyadarkan kami tentang apa itu arti masyarakat
tentang apa itu fungsi negara
tentang definisi agama dan pergaulan diantara umat agama
kaulah yang membawa sinar terang bagaimana multikultural harus dijalankan
ditengah bangsa yang berbhineka bukan saja dari adat tapi juga agama...........
Dalam sakitmu, Tuhan selalu melindungimu........
Bangsa ini banyak belajar dari caramu bekerja.
Jumat, 30 Desember 2011
Apa Ada.......
Apa ada yang lebih indah dari pagi kecuali melangkahkan kaki menuju mimpi
Apa ada yang lebih kejam dari sepi kecuali bayangan tentang masa lalu yang putus
Apa ada yang lebih menggetarkan kecuali doa yang membuat Tuhan menumbuhkan benih keyakinan di hati kita
Apa ada yang lebih kuat dari sebuah puasa yang mengalahkan diri sendiri
Apa ada yang lebih memahami pemikiran kecuali sikap saling memaklumi
Apa ada yang lebih rahasia dari segala rahasia kecuali cinta pertama yang dipendam dalam-dalam di lubuk hati.
Apa ada yang melebihi rasa takut kecuali rasa bersalah yang menyiksamu di tiap malam
Apa ada yang melebihi kegamangan kecuali rasa tidak percaya
Apa ada yang melebihi kekayaan kecuali tawa anak-anak di depan mata orang tuanya
Apa ada yang melebihi lezatnya bumbu masakan kecuali rasa lapar
Apa ada yang melebihi kesetiaan kecuali kemampuan melawan rasa bosan
Dan apa ada yang melebihi kemiskinan di dalam jiwa kecuali pengingkaran terhadap adanya Tuhan ..........
ANDA'
Apa ada yang lebih kejam dari sepi kecuali bayangan tentang masa lalu yang putus
Apa ada yang lebih menggetarkan kecuali doa yang membuat Tuhan menumbuhkan benih keyakinan di hati kita
Apa ada yang lebih kuat dari sebuah puasa yang mengalahkan diri sendiri
Apa ada yang lebih memahami pemikiran kecuali sikap saling memaklumi
Apa ada yang lebih rahasia dari segala rahasia kecuali cinta pertama yang dipendam dalam-dalam di lubuk hati.
Apa ada yang melebihi rasa takut kecuali rasa bersalah yang menyiksamu di tiap malam
Apa ada yang melebihi kegamangan kecuali rasa tidak percaya
Apa ada yang melebihi kekayaan kecuali tawa anak-anak di depan mata orang tuanya
Apa ada yang melebihi lezatnya bumbu masakan kecuali rasa lapar
Apa ada yang melebihi kesetiaan kecuali kemampuan melawan rasa bosan
Dan apa ada yang melebihi kemiskinan di dalam jiwa kecuali pengingkaran terhadap adanya Tuhan ..........
ANDA'
Sajak Pada Pinggir Sungai
Pada pinggir sungai
Sepi menjadi penanda mata
kayu dan ranting terbengakalai, sisa-sisa hujan tadi pagi masih menapaki atas tanah
Perahu rusak dan bayangan kusam masa lalu
menjadi awalan ketika aku melihat sungai dengan gerusan melawan waktu.
O, kesepian begini tenangnya
angin menjadi peluit yang meniupi telingaku
udara pelan-pelan menjadi pacar yang menggemaskan
dan matahari seperti rayap yang menggerogoti gairahku
pada sebuah sungai yang mengeja mimpi-mimpi
tentang keberadaan dan keadaan-keadaan yang masuk ke ruang alam bawah sadar
Sore ini pada sebuah sungai
di tepi arus yang membelah pasir-pasir
aku diam membayangkan
betapa sungai ini menyimpan sebuah gerak dari masa lalu
tentang manusia, cinta dan kata-kata tak bertepi..........
Sepi menjadi penanda mata
kayu dan ranting terbengakalai, sisa-sisa hujan tadi pagi masih menapaki atas tanah
Perahu rusak dan bayangan kusam masa lalu
menjadi awalan ketika aku melihat sungai dengan gerusan melawan waktu.
O, kesepian begini tenangnya
angin menjadi peluit yang meniupi telingaku
udara pelan-pelan menjadi pacar yang menggemaskan
dan matahari seperti rayap yang menggerogoti gairahku
pada sebuah sungai yang mengeja mimpi-mimpi
tentang keberadaan dan keadaan-keadaan yang masuk ke ruang alam bawah sadar
Sore ini pada sebuah sungai
di tepi arus yang membelah pasir-pasir
aku diam membayangkan
betapa sungai ini menyimpan sebuah gerak dari masa lalu
tentang manusia, cinta dan kata-kata tak bertepi..........
Rabu, 28 Desember 2011
Xia (pelacur yg terhormat)
Tinggal di desa kecil di propinsi Gan Shu. Awalnya dia bukan pelacur. Setiap penduduk di desa tersebut tidak mengerti kenapa seorang gadis secantik Xia yang mempunya paras tubuh yang indah dan rupa yang menawan tidak melakukan seperti gadis-gadis lainnya.
Karena Xia menolak akan hal ini, ayah nya Xia selalu menghukum dia.Suatu hari Xia mendengar bahwa sebuah sekolah di desa membutuhkan jasa seorang guru Xia langsung dengan sukarela menjadi seorang guru dengan tanpa imbalan.
Pas hari pertama Xia masuk ke sekolah menjadi seorang guru, setiap murid kaget dan terpukau akan kecantikan guru baru mereka Sejak saat itu Kelas selalu menjadi penuh dengan canda tawa setiap murid. Kelas mereka lebih layak untuk di sebut sebagai tempat penampungan daripada bangku bangku sekolah yang normal. Dalam kondisi kelas yang sekarat ini, Xia mengajarkan beribu ribu kata kata chinese dan pengetahuan laennya kepada murid murid nya Suatu hari badai besar menghancurkan kelas mereka semua murid tidak bisa melanjutkan pendidikannya. Lalu kepala sekolah datang ke kota untuk merundingkan hal tersebut dengan walikota yang mengurus budget bagian pendidikan agar memberikan sumbangan uang utk membetulkan sekolah mereka akan kepala sekolah kembali dengan tangan kosong.
Kepala sekolah mengatakan kepada Xia bahwa walikota akan memberikan uang kalo hanya Xia yang datang kepada dia dan meminta uang kepadanya secara personal, Xia yang tidak pernah keluar dari desa dan meninggalkan rumah nya dan tidak pernah bertemu dengan walikota sebelumnya, telah memutuskan untuk berangkat dari rumah untuk mengunjungi sang walikota. Sebelumnya Xia kwatir kalo kunjungan dia akan mengacaukan suasana, akan tetapi dia tetep memutuskan pergi demi murid murid nya.
Xia berjalan lebih dari 10 kilo untuk ke kantor sang walikota setelah sampai, Xia duduk di depan kantor yang bagus di ruangan sang walikota. Setiba nya di kantor, sang walikota menyambut kedatangan Xia dengan sepasang mata pemburu yang haus akan Xia dan mununjukan tangannya ke sebuah ruangan dan mengatakan “Uang kamu ada di kamar tersebut… kalau kamu mau, kamu ikuti aku” Xia melihat sebuah ruangan dengan ranjang yang besar, ranjang tersebut lah yang telah merenggut keperawanan Xia, Sang walikota telah memperkosa Xia. Darah segar dari keperawannan nya telah meninggalkan bekas dan jejak di sprei darah merah tersebut menjadi lebih merah daripada warna bendera national China. Xia tidak menangis sedikit pun yang ada di pikiran nya adalah berpuluh puluh mata murid murid nya yang akan kecewa kalo tidak ada kelas buat mereka belajar.
Setelah itu Xia bergegas balik ke rumah yang gelap dan tidak memberi tahu kepada seorang pun tentang kejadian tersebut. Hari berikutnya, para penduduk membeli kayu dan membetulkan kondisi kelas. Akan tetapi kala ada hujan yang deras, kelas tersebut tetap tidak bisa di gunakan. Xia mengatakan kepada murid muridnya bahwa walikota akan membangun sebuah sekolah yang bagus buat mereka. Dalam kurang lebih 6 bulan, kepala sekolah mengunjungi walikota 10x akan tetapi tetep tidak diberikan dana yang dijanjikan kepada mereka. Hanya walikota lah yang tau apa yang telah terjadi pada Xia akan tetapi tidak bisa berbuat banyak tentang itu.
Pada saat semester baru berganti, banyak murid yang tidak bisa melanjutkan sekolah nya karena biaya dan mereka harus membantu orang tua nya untuk bekerja… Jumlah murid nya berkurang dan bekurang. Xia sangat sedih akan kondisi seperti itu. Ketika Xia mengetahui bahwa harapan murid muridnya telah hilang bagaikan asap. Dia lalu kembali ke kamarnya. Xia membuka bajunya, dan melihat tubuh telanjangnya di depan cermin. Xia bersumpah akan memakai tubuhnya yang indah untuk mewujudkan impian dari murid muridnya untuk bisa kembali sekolah… Xia tau semua gadis dari desa bekerja sebagai pelacur di kota untuk mencari uang dan itu cara yang gampang untuk dia untuk mendapatkan uang. Dia membersihkan dirinya dan mengucapakan selamat tingal kepada kepala sekolah, ayah dan sekolah…
Dia mengikat rambut nya dengan kuncir dua dan berjalan menuju kota. Ketika dia berangkat ke kota, ayahnya tersenyum bangga akan tetapi kepala sekolah menangis sedih akan pilihan yang Xia lakukan….Di dalam glamor kehidupan kota, Xia tidak senang sama sekali dia menderita, dalam benak pikirannya, hanya ada sebuah kelas yang hancur dan keprihatian dan kesedihan dan kekecewaan expressi dari murid muridnya…. Xia masuk ke buat salon, berbaring di ranjang yang kotor dan menderita kerja kotor yang kedua di dunia percabulan… Malam itu di dalam diary nya Xia menulis “Sang walikota tidak bisa di bandingakan dengan tamu pertama nya lebih parah dan lebih kejam akan tetapi paling tidak tamu nya telah membayar dan memberi uang”
Xia mengirimkan semua uang penghasilannya kepada kepala sekolah dengan mengirit irit biaya untuk hidup nya dengan harapan bisa mengirim lebih banyak lagi ke kepala sekolah. Sang kepala sekolah menerima uang tersebut dan mengikuti untuk menggunakan uang utk membangun sekolah… Ketika setiap orang yang menanyakan sumber uang tersebut, sang kepala sekolah hanya menjawab bahwa di dapat dari donasi dari organisasi social. Akan tetapi seiring waktu, penduduk mengetahui bahwa sumber dana dari seorang mantan guru yang bernama Xia. Banyak reporters yang ingin meliputi berita ini akan tetapi di tolak oleh Xia dengan alasan bahwa dia hanya seorang pelacur biasa.Dengan uang tersebut, sekolah telah berubah drastis…Bulan pertama, ada papan tulis baru…Bulan ke dua, ada bangku kayu dan bangku…Bulan ke tiga, setiap murid mempunyai buku masing masing. Bulan ke empat, setiap murid mempunya dasi masing masing. Bulan ke lima, tidak ada seorang murid pun yang datang ke sekolah tanpa alas kaki.
Bulan ke enam, Xia kembali mengunjungi sekolah Xia disambut dengan gembira dan para murid menyapa”Guru, kamu telah kembali guru, kamu cantik sekali”Melihat kegembiraan dari para murid muridnya, Xia tidak berkuasa untuk menangis,Tidak peduli berapa banyak air mata yang di teteskan nya dan berapa banyak derita, keluh kesan dan kisah sedih yang dia lalui dalam 6 bulan, Xia merasakan semua kisah sedih dan penderitannya itu sangat seimbang dan pantas untuk harga yang dia bayar untuk melihat apa yang Xia lihat saat itu. Setelah beberapa hari di rumah, Xia kembali ke kota. Pada bulan ke tujuh, sekolah telah mempunyai lapangan bermain yang baru. Pada bulan ke delapan, sekolah membangun lapangan basket…pada bulan ke sembilan, setiap murid mempunya pensil yang baru. Pada bulan ke 10, sekolah mempunya bendera nasional sendiri, setiap murid bisa menaikan bendera setiap hari nya.
Hingga suatu waktu Xia dikenalkan kepada seorang businessman. Sang pengusaha luar asing bersedia membayar 3000 rmb buat satu malam. Dengan pikiran yang lelah yang telah dia lalui bbrp tahun lalu, Xia dengan lelah menuju hotel sang pengusaha asing. Dia bersumpah bahwa itu adalah pekerjaan kotor yang terakhir bagi dia dan setelah itu dia akan kembali ke desa dan bersama sama murid muridnya di sekolah. Akan tetapi nasib berkata lain sungguh tragis telah terjadi malam itu dimana Xia bersumpah untuk terakhir kali nya, Xia di diperkosa dan di siksa hingga terbunuh oleh 3 pengusaha asing tersebut. Xia baru saja bertambah umur nya menjadi umur 21 tahun. Xia saat itu juga meninggal tanpa mencapai keinginan yang terakhir, yaitu untuk membangun satu kelas bagus dengan 2 komputer yang bisa digunakan oleh murid murid.
Seorang pelacur telah meninggal dunia… keheningan yang di penuhi air mata. Saat itu langit kota ShenZen masih berwarna biru seperti lautan. Para murid2, guru2 dan beberapa ratus penduduk menghadiri acara pemakaman Xia di desa kecil bernama “GanShu” Pada saat itu, semua hanya bisa melihat foto hitam putih dari Xia dalam foto itu Xia mengikat rambut nya 2 dengan senyuman bahagia… Kepala sekolah membuka diary Xia dan membacakanya di depan para murid murid nya dan Xia menulis “Sekali melacur, bisa membantu satu anak yang tidak bisa sekolah. Sekali menjadi wanita simpanan, bisa membangun sebuah sekolah yang telah hilang harapan. Bendera setengah tiang dikibarkan.
Kamis, 22 Desember 2011
Aku Suka Kamu
Aku suka caramu bicara
yang seperti merumahkan senja
dengan kayu-kayu kehidupan
tanpa titik koma
tanpa tanda tanya
Aku suka caramu bernyanyi
senandung kecil, tapi menggoyangkan akar cemara
ketika kamu bercerita
seribu novel kehilangan lagaknya
Aku suka caramu melihat kehidupan
tak pernah keliatan ada tangis air mata
tapi biarlah kutebak
kamu adalah anak sunyi kehidupan
Anak sunyi kehidupan tidak pernah mengeluh
karena mengeluh adalah kematiannya
yang seperti merumahkan senja
dengan kayu-kayu kehidupan
tanpa titik koma
tanpa tanda tanya
Aku suka caramu bernyanyi
senandung kecil, tapi menggoyangkan akar cemara
ketika kamu bercerita
seribu novel kehilangan lagaknya
Aku suka caramu melihat kehidupan
tak pernah keliatan ada tangis air mata
tapi biarlah kutebak
kamu adalah anak sunyi kehidupan
Anak sunyi kehidupan tidak pernah mengeluh
karena mengeluh adalah kematiannya
Langganan:
Postingan (Atom)





