Belajar kejujuran bernegara dari Hatta
"Hatta itu orangnya kering" begitu Bung Karno selalu mengenang Hatta. "Andai ada wanita di sampingnya dalam perjalanan ia tidak akan bicara pada wanita itu, ia tidak pandai menghidupkan suasana, itulah Hatta". Bung Karno adalah pribadi yang hidup, ia menyenangi pembicaraan dan selalu menyenangkan lawan bicaranya. Beda dengan Hatta yang walaupun ramah ia cenderung pendiam dan tekun. Dunia Hatta adalah dunia buku. Tapi diluar itu dunia Hatta adalah dunia kejujuran.
Bila sekarang kita mendengar pejabat berfoya-foya dari dana anggaran negara, mereka tanpa merasa berdosa menggunakan dana anggaran untuk citra dirinya : Naik mobil mewah, dan keluarganya juga ikut-ikutan nikmatin dana anggaran negara ditengah rakyat yang lapar dan naiknya harga-harga. Maka Hatta adalah contoh bagaimana seorang pejabat menjalankan kehidupan yang jujur, bagaimana seorang manusia membaktikan hidup pada negara yang dicintainya. Hatta teliti sekali dalam menggunakan uang, ia hanya menggunakan uang yang memang hak-nya. Ia tidak mau menggunakan mobil dinasnya untuk keluarga, ia tidak mau menggunakan uang negara untuk kepentingan keluarganya dan pribadinya. Uang Negara yang dianggarkan untuknya ya untuk kelancaran pekerjaannya.
Di suatu malam yang tenang pertengahan tahun 1950-an, Hatta membaca koran ia melihat iklan sepatu kulit Bally. Ia ingin memilikinya dan dengan rapi ia menggunting iklan itu dan menyimpannya untuk memotivasi dirinya menabung uang untuk beli sepatu tersebut, tapi ia tidak pernah bisa mewujudkan mimpinya baik semasa menjadi Wakil Presiden ataupun saat ia pensiun. Ketika pensiun Hatta memang kerap mendapat honor dari tulisan-tulisannya di media massa dan sedikit uang pensiun jabatan Wakil Presiden RI, tapi dengan uang sebegitu kecil ia harus membayar listrik dan menghidupi keluarganya dengan cara yang jujur. Mendengar Hatta kesulitan membayar listrik, Gubernur DKI Ali Sadikin langsung membantu Hatta untuk membayar listrik.
Di tahun 1980 Hatta meninggal dengan tenang, Jakarta berduka. Indonesia menangis dan di laci Hatta masih tersimpan guntingan iklan sepatu Bally yang tidak sempat dibeli Hatta karena kurang uang.
Hatta meninggalkan warisan yang luar biasa terhadap negeri ini, terhadap bangsa kita, bersama Sukarno ia menjaminkan kepalanya untuk kemerdekaan bangsanya, ia meninggalkan Warisan Konstitusi UUD 1945, warisan pemikiran-pemikiran tentang demokrasi dan negara yang dibangun pada rasionalitas. Tapi untuk membeli sepatu pun ia tidak mampu.
Maka pejabat yang dengan bermewah-mewah pada anggaran negara untuk kepentingan pribadinya, milyaran uang dianggarkan hanya untuk pakaian dinas, maka pejabat yang berombongan kunjungan ke daerah hanya untuk makan-makan dan senang-senang, ke luar negeri berpergian tanpa arah dan sebab dengan menggunakan uang rakyat, lihatlah pada sehelai kertas iklan Hatta tentang sepatu Bally..............
Cari Blog Ini
Rabu, 07 Desember 2011
Selasa, 06 Desember 2011
Tumbuh Bersama Dalam Hubungan
Act Like A Lady, Think like a Man ......
Dulu saya tidak begitu memperhatikan aspek tentang hubungan cinta, tentang hubungan romantis antara lelaki dan perempuan. Padahal sudahlah banyak wanita datang dan pergi dalam kehidupan ini, mungkin kalo dihitung yang nggak serius atau setengah serius bisa puluhan jumlahnya. Tapi kalau yang serius saya pikir enam orang, dan lima orang yang benar-benar saya ingat. Saya tak ingat motivasi apa yang terbangun dalam membangun hubungan, karena pernah ada pacaran yang sampai 4 tahun dan pernah ada yang hanya 3 bulan saja dan sudah menjadi watak saya jarang hubungan ini diketahui oleh siapapun, karena sudah menjadi karakter saya hubungan pribadi ini adalah soal pribadi, sahabat-sahabat terdekat saya jarang yang tau saya sedang berhubungan serius dengan seseorang, mereka tau-nya saya seorang yang tidak pernah serius. . Namun di akhir-akhir ini evaluasi terhadap hubungan itu menjadi bahan pikiranku. Kenapa hubungan ini tiada pernah menjadi satu tingkat yang stabil? Atau mengapa semua menjadi luntur oleh waktu.
Evaluasi ini perlu kulakukan karena aku harus belajar lagi tentang kesetiaan dan tentang tanggung jawab. Dulu di tahun 2007 pacarku mengirimkan aku email yang hebatnya aku baru baca beberapa hari lalu isi emailnya adalah :
Sometimes people come into your life and you know right away that they were meant to be there…to serve some sort of purpose, teach you a lesson or help figure out who you are or who you want to become. You never know who these people may be but you lock eyes with them, you know that very moment that they will affect your life in some profound way.
And sometimes things happen to you at the time that may seem horrible, painful and unfair, but in reflection you realize that without overcoming those obstacles you would never realize your potential, strength, will power or heart.
Everything happens for a reason. Nothing happens by chance or by means of luck. Illness, love, lost moments of true greatness and sheer stupidity all occur to test limits of your soul.
Without these small tests, life would be like a smoothly paved, straight, flat road to nowhere safe and comfortable but dull and utterly pointless.
The people you meet affect your life. The successes and downfalls that you experience can create who you are, and the bad experiences can be learned from. In fact they are probably the most poignant and important ones. If someone hurts you, betrays you or breaks your heart, forgive them because they have helped you learn about trust and the importance of being cautious to whom you open your heart.
If someone loves you, love them back unconditionally, not only because they love you, but also because they are teaching you to love and open your heart and eyes to little things. Make every day count. Appreciate everything that you possibly can, for you may never experience it again.
Talk to people whom you have never talked to before, and actually listen. Let yourself fall in love, break free and set your sights high. Hold your head up because you have every right to.
Tell yourself you are a great individual and believe in yourself, for if you don't believe in yourself, no one else will believe in you. Create your own life and then go out and live it.
Share this with anyone whom you believe has made a difference in your life!
"If you take your eyes off your goals, all you see is obstacles."
Ketika membaca email itu aku terkesiap. Benar-benar dijitak kepalaku ini, selama ini aku menjalani suatu hubungan karena mungkin harus dijalani saja, tapi aku tiada pernah berpikir bahwa suatu hubungan adalah bagaimana kita harus bersikap dewasa, memaknai sesuatu bersama dan berpikir bersama. Adalah Oprah Winfrey di acara tadi pagi yang membuat aku tertegun, saat itu Oprah membicarakan buku “Act like a Lady, Think Like A Man” ucapan yang membuat saya tersadar bukan dari ucapan pengarang buku itu, tapi ucapan salah satu bintang tamu Oprah, Justin Timberlake , Justin berkata : Hal terpenting dalam suatu hubungan adalah kesadaran bahwa kita tumbuh bersama. Kita harus sadar bahwa mungkin saja dalam 1 tahun ke depan kita berhadapan dengan orang yang berubah. Dan tidak mungkin semua sesuatu itu berjalan tanpa ada perubahan. Perlu adanya suatu kesadaran, kesadaran bahwa kita tumbuh bersama, berubah bersama”.
Suatu hubungan bukan merupakan permainan kepentingan, dan juga bukan merupakan suatu keadaan yang membuat kita merasa “terpaksa” menjalani hubungan itu, hubungan yang baik adalah tatkala kita mampu menjadikan hubungan itu suatu takdir. Dan bagaimana dengan pernikahan, banyak hal yang harus kita pikirkan, tapi adalah suatu menarik mengingat pengalamanku kemarin, bahwa aku terjebak pada suatu alasan pernikahan yang buruk. Target. Disini aku gagal melakukan meyakinkan pasanganku untuk tidak melakukan pernikahan dengan alasan-alasan buruk. Andai saja aku dulu pernah membaca buku psikologi tentang pernikahan maka ada 10 alasan buruk untuk menikah yang kemudian kerap menjadi pernikahan itu tidak benar. Sepuluh alasan ini aku kutip dari Media Perempuan Indonesia :
Sepuluh Alasan Buruk Untuk Menikah
1. Dikejar target
Pernah menargetkan akan menikah di usia tertentu sementara sekarang Anda sudah melampauinya? Jangan khawatir, setiap orang pasti punya target dan tidak perlu gusar jika akhirnya hal ini justru melemahkan semangat Anda untuk menemukan pasangan sejati dan benar-benar sesuai dengan kriteria Anda. Lebih baik, tetap menjalani hubungan dengan calon pasangan Anda, saling menjajaki dan memantapkan rencana. Namun jika Anda belum menemukannya juga, tentukan langkah-langkah strategis untuk memperluas pergaulan.
2. Tekanan sosial
Banyak teman dekat Anda sudah menikah, mempunyai anak bahkan beberapa pernah bercerai dan menikah untuk yang kedua kalinya. Hanya tinggal Anda dan beberapa teman saja yang belum menikah. Padahal apa yang salah dengan hal tersebut? Anda sebaiknya hidup sendiri daripada bersama seseorang dalam keterpaksaan. Tak perlu menurunkan kriteria pasangan hanya karena Anda ingin segera menikah.
3. Menikah karena uang
Menikah karena bisnis atau karena uang sebenarnya hal yang gawat. Menikahi seseorang hanya karena Anda takut hidup sengsara sementara ia bisa memberikan kehidupan berlimpah uang adalah alasan yang buruk. Jika pasangan Anda sampai tahu, ini bisa saja menyakiti perasaannya, apalagi jika ia mencintai Anda sepenuh hati. Materi memang perlu namun jika uang adalah dasar mengapa Anda menikahi seseorang, baiknya pikirkan lagi. Apalagi jika Anda berdua sama-sama menikah karena uang atau untuk melanjutkan dinasti kekayaan.
4. Ingin tinggalkan rumah orang tua
Biasanya hal ini dialami oleh perempuan yang jenuh tinggal bersama dengan orang tua yang akan banyak memperhatikan Anda bahkan hingga hal yang kecil-kecil. Meninggalkan rumah tidak berarti menanti datangnya pangeran yang akan memindahkan Anda ke istananya. Tetapi, jadilah pribadi yang mandiri, sementara sewalah rumah kecil atau kamar kos jika memang Anda butuh sendiri dan tahan diri hingga menemukan seseorang yang benar-benar mantap untuk menikah dan tinggal bersama dengan orang lain.
5. Orang tua menyukai calon Anda
Anda pasti akan senang jika calon pasangan Anda disukai oleh orang tua. Bersyukurlah dengan kondisi ini, namun jangan jadikan satu-satunya alasan menikah karena ingin menyenangkan orang tua. Ingat! Yang menikah dan akan berumah tangga adalah Anda, bukan orang tua. Ada bagusnya saran orang tua Anda dengarkan namun jangan pertimbangkan pernikahan terburu-buru karena hal tersebut. Anda hidup di jalan Anda sendiri, untuk urusan yang satu ini usahakan keputusan benar-benar ada di tangan Anda.
6. Inginkan anak
Banyak orang menikah karena alasan ingin mendapatkan keturunan sehingga perlu menikah muda di saat usia masih produktif untuk bereproduksi. Memang, dari sekian banyak alasan menikah, anak adalah satu alasan di antaranya. Namun apa yang terjadi jika Anda tak kunjung merasa cocok dengan pasangan, namun anak telah lahir. Ketika keinginan Anda sudah terpenuhi, Anda tetap akan berkutat dengan pasangan yang sama. Yang mungkin tidak pernah Anda inginkan. Tak ada orang yang sempurna, namun bukankah orang tua harus memberikan contoh saling mengasihi dan menghormati?
7. Menikahi selingkuhan
Selingkuh mungkin saja indah. Tapi menikahi selingkuhan Anda belum tentu sama indahnya karena kadang perselingkuhan terjadi jika keduanya menyukai tantangan. Hubungan yang diawali dengan jalan yang salah akan berakhir tak begitu baik pula. Ini tak akan jadi landasan yang kuat, karena seseorang yang mau berselingkuh dengan Anda biasanya tak akan punya beban untuk menyelingkuhi Anda.
8. Butuh ayah untuk anak Anda
Bagi seorang janda, jika Anda menemukan pria yang tepat ini adalah permulaan yang bagus. Tetapi jika ternyata dia bukan orang yang tepat untuk Anda bahkan anak Anda, ini akan jadi mimpi buruk sementara Anda sudah sangat ketakutan untuk menjadi janda untuk yang kesekian kalinya. Lebih baik bersabar mencari dan menanti seseorangyang tepat dengan menjadi orang tua tunggal yang sangat menyayangi dan memperhatikan anak.
9. Membuktikan diri
Jujurlah pada diri sendiri. Ini tak pernah jadi ide yang baik karena jika teman Anda curiga Anda adalah seorang pecinta sesama jenis, menikah tak akan membuat orang berhenti mencurigai. Dengan menikah Anda malah melibatkan orang lain ke dalam masalah Anda ini. Jika Anda benar pecinta sesama jenis, menikah bukanlah obat tepat, karena akan menyakiti pasangan.
10. Hamil di luar nikah
Seandainya Anda hamil di luar nikah, pikirkan untuk menikah dengan pasangan yang menghamili Anda apalagi jika tidak benar-benar saling mencintai. Pertimbangkan untuk menjadi orangtua tunggal, berkarier dan membesarkan anak daripada menikah dengan orang yang belum tentu Anda cintai. Lebih baik lagi jika Anda tidak melakukan seks sebelum menikah. (OL-08)
Dalam kasus ini aku terjebak pada poin no. 1 dan poin no. 2, tapi coba lihatlah no.7. Tentang perselingkuhan, anda tidak akan pernah mendapatkan kebahagiaan ketika menikah dengan dasar perselingkuhan dan menyakiti hati pasangan yang sudah berkorban dengan anda.
Pendewasaan dalam suatu hubungan memang diperlukan tapi jauh lebih penting adalah Komitmen dan Kesetiaan. Tanpa dua hal tersebut suatu hubungan tidak akan berjalan lama, komitmen adalah suatu keikhlasan dan tujuan yang tergambar di dalam pikiran atas suatu hubungan sementara kesetiaan adalah suatu sikap untuk tidak memperdulikan apapun namun dengan keyakinannya akan kesetiaannya tersebut ia bisa mengubah hubungan menjadi satu hal yang indah, karena kesetiaan itu adalah pengorbanan. Orang yang tidak setia dan mudah tergoda untuk mencobai alternatif seumur hidup akan melalui kehidupan yang sengsara karena perkawinan, pernikahannya menjadi kehidupan yang buruk soal ini sudahlah banyak contoh di depan mata kita.
Lalu bagaimanakah kesetiaan itu dihasilkan? Kesetiaan bukanlah definisi, tapi soal menjalani sesuatu, kesetiaan yang benar akan melihat bahwa suatu hubungan adalah persoalan membangun keseharian, ia tidak akan pernah luntur walaupun godaan menjadi pertempuran di ladang hangat, justru dengan pengorbanannya wanita akan menemukan kemuliaan hidup. Wanita yang hanya memburu kepentingannya justru kerap terjebak pada kesendirian. Carilah dilingkungan anda, banyak sekali kita menemukan hal ini.
Dulu saya tidak begitu memperhatikan aspek tentang hubungan cinta, tentang hubungan romantis antara lelaki dan perempuan. Padahal sudahlah banyak wanita datang dan pergi dalam kehidupan ini, mungkin kalo dihitung yang nggak serius atau setengah serius bisa puluhan jumlahnya. Tapi kalau yang serius saya pikir enam orang, dan lima orang yang benar-benar saya ingat. Saya tak ingat motivasi apa yang terbangun dalam membangun hubungan, karena pernah ada pacaran yang sampai 4 tahun dan pernah ada yang hanya 3 bulan saja dan sudah menjadi watak saya jarang hubungan ini diketahui oleh siapapun, karena sudah menjadi karakter saya hubungan pribadi ini adalah soal pribadi, sahabat-sahabat terdekat saya jarang yang tau saya sedang berhubungan serius dengan seseorang, mereka tau-nya saya seorang yang tidak pernah serius. . Namun di akhir-akhir ini evaluasi terhadap hubungan itu menjadi bahan pikiranku. Kenapa hubungan ini tiada pernah menjadi satu tingkat yang stabil? Atau mengapa semua menjadi luntur oleh waktu.
Evaluasi ini perlu kulakukan karena aku harus belajar lagi tentang kesetiaan dan tentang tanggung jawab. Dulu di tahun 2007 pacarku mengirimkan aku email yang hebatnya aku baru baca beberapa hari lalu isi emailnya adalah :
Sometimes people come into your life and you know right away that they were meant to be there…to serve some sort of purpose, teach you a lesson or help figure out who you are or who you want to become. You never know who these people may be but you lock eyes with them, you know that very moment that they will affect your life in some profound way.
And sometimes things happen to you at the time that may seem horrible, painful and unfair, but in reflection you realize that without overcoming those obstacles you would never realize your potential, strength, will power or heart.
Everything happens for a reason. Nothing happens by chance or by means of luck. Illness, love, lost moments of true greatness and sheer stupidity all occur to test limits of your soul.
Without these small tests, life would be like a smoothly paved, straight, flat road to nowhere safe and comfortable but dull and utterly pointless.
The people you meet affect your life. The successes and downfalls that you experience can create who you are, and the bad experiences can be learned from. In fact they are probably the most poignant and important ones. If someone hurts you, betrays you or breaks your heart, forgive them because they have helped you learn about trust and the importance of being cautious to whom you open your heart.
If someone loves you, love them back unconditionally, not only because they love you, but also because they are teaching you to love and open your heart and eyes to little things. Make every day count. Appreciate everything that you possibly can, for you may never experience it again.
Talk to people whom you have never talked to before, and actually listen. Let yourself fall in love, break free and set your sights high. Hold your head up because you have every right to.
Tell yourself you are a great individual and believe in yourself, for if you don't believe in yourself, no one else will believe in you. Create your own life and then go out and live it.
Share this with anyone whom you believe has made a difference in your life!
"If you take your eyes off your goals, all you see is obstacles."
Ketika membaca email itu aku terkesiap. Benar-benar dijitak kepalaku ini, selama ini aku menjalani suatu hubungan karena mungkin harus dijalani saja, tapi aku tiada pernah berpikir bahwa suatu hubungan adalah bagaimana kita harus bersikap dewasa, memaknai sesuatu bersama dan berpikir bersama. Adalah Oprah Winfrey di acara tadi pagi yang membuat aku tertegun, saat itu Oprah membicarakan buku “Act like a Lady, Think Like A Man” ucapan yang membuat saya tersadar bukan dari ucapan pengarang buku itu, tapi ucapan salah satu bintang tamu Oprah, Justin Timberlake , Justin berkata : Hal terpenting dalam suatu hubungan adalah kesadaran bahwa kita tumbuh bersama. Kita harus sadar bahwa mungkin saja dalam 1 tahun ke depan kita berhadapan dengan orang yang berubah. Dan tidak mungkin semua sesuatu itu berjalan tanpa ada perubahan. Perlu adanya suatu kesadaran, kesadaran bahwa kita tumbuh bersama, berubah bersama”.
Suatu hubungan bukan merupakan permainan kepentingan, dan juga bukan merupakan suatu keadaan yang membuat kita merasa “terpaksa” menjalani hubungan itu, hubungan yang baik adalah tatkala kita mampu menjadikan hubungan itu suatu takdir. Dan bagaimana dengan pernikahan, banyak hal yang harus kita pikirkan, tapi adalah suatu menarik mengingat pengalamanku kemarin, bahwa aku terjebak pada suatu alasan pernikahan yang buruk. Target. Disini aku gagal melakukan meyakinkan pasanganku untuk tidak melakukan pernikahan dengan alasan-alasan buruk. Andai saja aku dulu pernah membaca buku psikologi tentang pernikahan maka ada 10 alasan buruk untuk menikah yang kemudian kerap menjadi pernikahan itu tidak benar. Sepuluh alasan ini aku kutip dari Media Perempuan Indonesia :
Sepuluh Alasan Buruk Untuk Menikah
1. Dikejar target
Pernah menargetkan akan menikah di usia tertentu sementara sekarang Anda sudah melampauinya? Jangan khawatir, setiap orang pasti punya target dan tidak perlu gusar jika akhirnya hal ini justru melemahkan semangat Anda untuk menemukan pasangan sejati dan benar-benar sesuai dengan kriteria Anda. Lebih baik, tetap menjalani hubungan dengan calon pasangan Anda, saling menjajaki dan memantapkan rencana. Namun jika Anda belum menemukannya juga, tentukan langkah-langkah strategis untuk memperluas pergaulan.
2. Tekanan sosial
Banyak teman dekat Anda sudah menikah, mempunyai anak bahkan beberapa pernah bercerai dan menikah untuk yang kedua kalinya. Hanya tinggal Anda dan beberapa teman saja yang belum menikah. Padahal apa yang salah dengan hal tersebut? Anda sebaiknya hidup sendiri daripada bersama seseorang dalam keterpaksaan. Tak perlu menurunkan kriteria pasangan hanya karena Anda ingin segera menikah.
3. Menikah karena uang
Menikah karena bisnis atau karena uang sebenarnya hal yang gawat. Menikahi seseorang hanya karena Anda takut hidup sengsara sementara ia bisa memberikan kehidupan berlimpah uang adalah alasan yang buruk. Jika pasangan Anda sampai tahu, ini bisa saja menyakiti perasaannya, apalagi jika ia mencintai Anda sepenuh hati. Materi memang perlu namun jika uang adalah dasar mengapa Anda menikahi seseorang, baiknya pikirkan lagi. Apalagi jika Anda berdua sama-sama menikah karena uang atau untuk melanjutkan dinasti kekayaan.
4. Ingin tinggalkan rumah orang tua
Biasanya hal ini dialami oleh perempuan yang jenuh tinggal bersama dengan orang tua yang akan banyak memperhatikan Anda bahkan hingga hal yang kecil-kecil. Meninggalkan rumah tidak berarti menanti datangnya pangeran yang akan memindahkan Anda ke istananya. Tetapi, jadilah pribadi yang mandiri, sementara sewalah rumah kecil atau kamar kos jika memang Anda butuh sendiri dan tahan diri hingga menemukan seseorang yang benar-benar mantap untuk menikah dan tinggal bersama dengan orang lain.
5. Orang tua menyukai calon Anda
Anda pasti akan senang jika calon pasangan Anda disukai oleh orang tua. Bersyukurlah dengan kondisi ini, namun jangan jadikan satu-satunya alasan menikah karena ingin menyenangkan orang tua. Ingat! Yang menikah dan akan berumah tangga adalah Anda, bukan orang tua. Ada bagusnya saran orang tua Anda dengarkan namun jangan pertimbangkan pernikahan terburu-buru karena hal tersebut. Anda hidup di jalan Anda sendiri, untuk urusan yang satu ini usahakan keputusan benar-benar ada di tangan Anda.
6. Inginkan anak
Banyak orang menikah karena alasan ingin mendapatkan keturunan sehingga perlu menikah muda di saat usia masih produktif untuk bereproduksi. Memang, dari sekian banyak alasan menikah, anak adalah satu alasan di antaranya. Namun apa yang terjadi jika Anda tak kunjung merasa cocok dengan pasangan, namun anak telah lahir. Ketika keinginan Anda sudah terpenuhi, Anda tetap akan berkutat dengan pasangan yang sama. Yang mungkin tidak pernah Anda inginkan. Tak ada orang yang sempurna, namun bukankah orang tua harus memberikan contoh saling mengasihi dan menghormati?
7. Menikahi selingkuhan
Selingkuh mungkin saja indah. Tapi menikahi selingkuhan Anda belum tentu sama indahnya karena kadang perselingkuhan terjadi jika keduanya menyukai tantangan. Hubungan yang diawali dengan jalan yang salah akan berakhir tak begitu baik pula. Ini tak akan jadi landasan yang kuat, karena seseorang yang mau berselingkuh dengan Anda biasanya tak akan punya beban untuk menyelingkuhi Anda.
8. Butuh ayah untuk anak Anda
Bagi seorang janda, jika Anda menemukan pria yang tepat ini adalah permulaan yang bagus. Tetapi jika ternyata dia bukan orang yang tepat untuk Anda bahkan anak Anda, ini akan jadi mimpi buruk sementara Anda sudah sangat ketakutan untuk menjadi janda untuk yang kesekian kalinya. Lebih baik bersabar mencari dan menanti seseorangyang tepat dengan menjadi orang tua tunggal yang sangat menyayangi dan memperhatikan anak.
9. Membuktikan diri
Jujurlah pada diri sendiri. Ini tak pernah jadi ide yang baik karena jika teman Anda curiga Anda adalah seorang pecinta sesama jenis, menikah tak akan membuat orang berhenti mencurigai. Dengan menikah Anda malah melibatkan orang lain ke dalam masalah Anda ini. Jika Anda benar pecinta sesama jenis, menikah bukanlah obat tepat, karena akan menyakiti pasangan.
10. Hamil di luar nikah
Seandainya Anda hamil di luar nikah, pikirkan untuk menikah dengan pasangan yang menghamili Anda apalagi jika tidak benar-benar saling mencintai. Pertimbangkan untuk menjadi orangtua tunggal, berkarier dan membesarkan anak daripada menikah dengan orang yang belum tentu Anda cintai. Lebih baik lagi jika Anda tidak melakukan seks sebelum menikah. (OL-08)
Dalam kasus ini aku terjebak pada poin no. 1 dan poin no. 2, tapi coba lihatlah no.7. Tentang perselingkuhan, anda tidak akan pernah mendapatkan kebahagiaan ketika menikah dengan dasar perselingkuhan dan menyakiti hati pasangan yang sudah berkorban dengan anda.
Pendewasaan dalam suatu hubungan memang diperlukan tapi jauh lebih penting adalah Komitmen dan Kesetiaan. Tanpa dua hal tersebut suatu hubungan tidak akan berjalan lama, komitmen adalah suatu keikhlasan dan tujuan yang tergambar di dalam pikiran atas suatu hubungan sementara kesetiaan adalah suatu sikap untuk tidak memperdulikan apapun namun dengan keyakinannya akan kesetiaannya tersebut ia bisa mengubah hubungan menjadi satu hal yang indah, karena kesetiaan itu adalah pengorbanan. Orang yang tidak setia dan mudah tergoda untuk mencobai alternatif seumur hidup akan melalui kehidupan yang sengsara karena perkawinan, pernikahannya menjadi kehidupan yang buruk soal ini sudahlah banyak contoh di depan mata kita.
Lalu bagaimanakah kesetiaan itu dihasilkan? Kesetiaan bukanlah definisi, tapi soal menjalani sesuatu, kesetiaan yang benar akan melihat bahwa suatu hubungan adalah persoalan membangun keseharian, ia tidak akan pernah luntur walaupun godaan menjadi pertempuran di ladang hangat, justru dengan pengorbanannya wanita akan menemukan kemuliaan hidup. Wanita yang hanya memburu kepentingannya justru kerap terjebak pada kesendirian. Carilah dilingkungan anda, banyak sekali kita menemukan hal ini.
Minggu, 04 Desember 2011
Kisah Cinta Palsu
"William dan Harry, korban kemunafikan cinta Charles, disiplin kaku Kerajaan Inggris, yang menuntut anggota keluarga kerajaan untuk selalu tampil anggun walau di dalam hati remuk. Hidup terpisah, antara dua anak ini dan ibu mereka, sungguh tidak mudah. Sebuah video terkenal memperlihatkan betapa pada suatu kesempatan Putri Diana berlari di sebuah kapal pesiar hanya untuk bisa memeluk dua putranya yang masih di bawah 10 tahun.
Di sisi William, ada beban batin. Kisah tragis ibunya turut menghantui. Bagaimana menjadi orang dengan rumah tangga yang langgeng dan tidak retak. Bagaimana memiliki figur istri yang mendekati ibunya dan harmonis.
Untung Michael dan Carole Middleton, bapak dan ibu Kate, memberi peran kuat bagi William.Charles juga demikian kepada Kate, kini menantunya.
Cinta keduanya tak hanya bertaut karena asmara semata. Kasih mereka bertaut karena dua sisi keluarga. 'Saya menemukan cinta di keluarga Kate,' kata William.
Perpisahan Diana-Charles pernah menjadi berita utama di berbagai media Inggris. Bahkan, hingga mengubah persepsi warga Inggris dari suka menjadi benci monarki. Pernikahan William-Kate menghidupkan banyak hal tentang perlunya cinta sejati, tentang kenangan akan Diana, yang menjadi korban cinta palsu.
Di sisi William, ada beban batin. Kisah tragis ibunya turut menghantui. Bagaimana menjadi orang dengan rumah tangga yang langgeng dan tidak retak. Bagaimana memiliki figur istri yang mendekati ibunya dan harmonis.
Untung Michael dan Carole Middleton, bapak dan ibu Kate, memberi peran kuat bagi William.Charles juga demikian kepada Kate, kini menantunya.
Cinta keduanya tak hanya bertaut karena asmara semata. Kasih mereka bertaut karena dua sisi keluarga. 'Saya menemukan cinta di keluarga Kate,' kata William.
Perpisahan Diana-Charles pernah menjadi berita utama di berbagai media Inggris. Bahkan, hingga mengubah persepsi warga Inggris dari suka menjadi benci monarki. Pernikahan William-Kate menghidupkan banyak hal tentang perlunya cinta sejati, tentang kenangan akan Diana, yang menjadi korban cinta palsu.
Cantiknya Negeriku Indonesia
ndonesia ini tanah yang cantik, dari ujung pelabuhan Sabang sampai dengan Dasar laut di Raja Ampat, dari gunung bukit barisan, sampai Tanah Merah Irian Barat, kita ini bangsa yang tak perlu merusak alam dengan menggaruk tanah untuk batubara, merusak unsur hara tanah untuk kebun-kebun kelapa sawit, mengirim anak-anak bangsa ini ke luar negeri untuk jadi TKI atau TKW domestik yang kemudian kerap di...lecehkan, cukup dengan jual keindahahan alam, kita bangun jaringan keindahan-keindahan itu dari pelabuhan Sabang sampai Laut Aru, semua alam kita indah.
Kita ciptakan sorga di muka bumi, tanah hijau, penduduknya yang senang tertawa. Bohong besar dengan industrialis yang menghancurkan pertanian-pertanian rakyat, jangan malu kita jadi bangsa petani dan bangsa nelayan, karena kelak dunia akan bergantung pada pangan, karena kelak dunia bergantung pada sumber-sumber air bersih, karena kelak dunia akan bergantung pada kebutuhan energi terbarukan seperti sinar matahari : Kitalah pemilik sumber-sumber semua itu.
Cukup gunakan keindahan alam, turisme dan pangan sebagai alat modal kita tanpa kita harus merusak alam, membunuhi orang-orang utan, menghancurkan kelestarian tanah dan rimba. Kitalah pemilik masa depan, tinggalkan doktrin Suhartorian dan anak didiknya kaum Neoliberalisme yang ingin merusak pasar-pasar rakyat kita, kita kembangkan budaya sendiri, pasar sendiri, pendidikan gratis untuk semua orang, kesehatan yang murah. Dengan biaya negara kita didik sejuta dokter gratis, produksi sebanyak-banyaknya klinik-klinik kesehatan gratis, kantong-kantong kapitalis cukup diberikan pada tempat-tempat tertentu : Batam, Jakarta, Semarang, Surabaya dan Makassar. Diluar wilayah kantong kapitalis berlakukan sistem sosialis, biarlah wilayah Sosialisme Indonesia mengepung kantong-kantong kapitalis itu. Berlakukan Ekonomi Gotong Royong. Seperti apa yang dipesankan Bung Hatta pada kita : Ekonomi yang menciptakan kesejahteraan bersama, membagi kebahagiaan bersama, ekonomi dimana yang satu tidak menindas yang lainnya dengan modal besar melawan modal kecil. Pada akhirnya ekonomi yang baik adalah ekonomi yang menumbuhkan kemanusiaan itu sendiri.
Kita ciptakan sorga di muka bumi, tanah hijau, penduduknya yang senang tertawa. Bohong besar dengan industrialis yang menghancurkan pertanian-pertanian rakyat, jangan malu kita jadi bangsa petani dan bangsa nelayan, karena kelak dunia akan bergantung pada pangan, karena kelak dunia bergantung pada sumber-sumber air bersih, karena kelak dunia akan bergantung pada kebutuhan energi terbarukan seperti sinar matahari : Kitalah pemilik sumber-sumber semua itu.
Cukup gunakan keindahan alam, turisme dan pangan sebagai alat modal kita tanpa kita harus merusak alam, membunuhi orang-orang utan, menghancurkan kelestarian tanah dan rimba. Kitalah pemilik masa depan, tinggalkan doktrin Suhartorian dan anak didiknya kaum Neoliberalisme yang ingin merusak pasar-pasar rakyat kita, kita kembangkan budaya sendiri, pasar sendiri, pendidikan gratis untuk semua orang, kesehatan yang murah. Dengan biaya negara kita didik sejuta dokter gratis, produksi sebanyak-banyaknya klinik-klinik kesehatan gratis, kantong-kantong kapitalis cukup diberikan pada tempat-tempat tertentu : Batam, Jakarta, Semarang, Surabaya dan Makassar. Diluar wilayah kantong kapitalis berlakukan sistem sosialis, biarlah wilayah Sosialisme Indonesia mengepung kantong-kantong kapitalis itu. Berlakukan Ekonomi Gotong Royong. Seperti apa yang dipesankan Bung Hatta pada kita : Ekonomi yang menciptakan kesejahteraan bersama, membagi kebahagiaan bersama, ekonomi dimana yang satu tidak menindas yang lainnya dengan modal besar melawan modal kecil. Pada akhirnya ekonomi yang baik adalah ekonomi yang menumbuhkan kemanusiaan itu sendiri.
Selasa, 29 November 2011
Tentang Rasa Syukur
Bersukurlah kamu bisa makan ditempat layak, bisa makan enak dengan tenang. Kerna jutaan diluar sana saudara-saudara kita sebangsa masih mengais-ngais untuk mencari nasi, masih makan dari tempat yang terbuang.
Apalah artinya kemerdekaan bila tidak membuat orang tertawa, bila tidak bisa menembus batas-batas kemiskinan. Negara ini didirikan bukan untuk memperkaya segelintir orang, bukan untuk memperkaya orang-orang berseragam. Ketika kita melihat Anggaran Jamuan Makan Gubernur DKI 4,9 Milyar dan Anggaran Makan Pemda DKI 19 Milyar. Lalu kenapa rakyatnya masih mengais-ngais sampah?
Negara ini didirikan agar menjadi rumah bersama, bukan jembatan yang memisahkan antara kamu dan aku, antara yang kaya dan miskin. Kemiskinan bukanlah takdir tapi sebuah kesalahan pengurusan dalam masyarakat, ketika kemiskinan kau anggap takdir maka detik itu juga engkau telah menghina Tuhan yang memberikan hadiah terbesar bagi manusia : Berpikir.
Kembalikan Indonesia Raya kedalam ranah kemanusiaannya, sebuah negara yang bisa mengembalikan manusia pada fungsi kemanusiaannya. Dan tak ada yang lebih besar daripada fungsi kemanusiaan kecuali dia bisa makan dengan cara yang terhormat.
Berpikirlah, karena agamamu selalu mengajarkan manusia untuk berpikir.........
Apalah artinya kemerdekaan bila tidak membuat orang tertawa, bila tidak bisa menembus batas-batas kemiskinan. Negara ini didirikan bukan untuk memperkaya segelintir orang, bukan untuk memperkaya orang-orang berseragam. Ketika kita melihat Anggaran Jamuan Makan Gubernur DKI 4,9 Milyar dan Anggaran Makan Pemda DKI 19 Milyar. Lalu kenapa rakyatnya masih mengais-ngais sampah?
Negara ini didirikan agar menjadi rumah bersama, bukan jembatan yang memisahkan antara kamu dan aku, antara yang kaya dan miskin. Kemiskinan bukanlah takdir tapi sebuah kesalahan pengurusan dalam masyarakat, ketika kemiskinan kau anggap takdir maka detik itu juga engkau telah menghina Tuhan yang memberikan hadiah terbesar bagi manusia : Berpikir.
Kembalikan Indonesia Raya kedalam ranah kemanusiaannya, sebuah negara yang bisa mengembalikan manusia pada fungsi kemanusiaannya. Dan tak ada yang lebih besar daripada fungsi kemanusiaan kecuali dia bisa makan dengan cara yang terhormat.
Berpikirlah, karena agamamu selalu mengajarkan manusia untuk berpikir.........
Akibat Perceraian Jaman Sekarang
70% perceraian dini (usia pernikahan dibawah 5 tahun) terjadi karena pasangan gagap menghadapi realitas kapitalisme. Pengertian-pengertian kita selama ini bahwa pernikahan adalah ruang sakral terhadap cinta sesungguhnya sudah hancur ketika kapitalisme menjadi satu-satunya ruang hidup kita. Relasi kita tidak lagi didasari pada hubungan saling mencintai karena ruang kapitalisme itu sudah mengasingkan gegap cinta itu ke sudut gelap. Perjuangan membangun rumah kehidupan tidak lagi didasarkan pada daya hidup saling menyayangi tapi didasari pada siapa memanfaatkan siapa? - Konsumerisme-lah yang menyebabkan ini semua.
Bila pasangan di jaman lalu, melandaskan pernikahan pada status sosial, pekerjaan dan latar belakang keluarga juga meletakkan keseimbangan dalam kehidupan pribadi dan sosial dengan meletakkan relasi yang tidak seimbang antara kekuasaan lelaki dan ketidakberdayaan perempuan sehingga perempuan tidak bisa menjadi diri yang sebenarnya dan kebanyakan dari langgengnya pernikahan itu pada hubungan saling ketertindasan, maka di jaman sekarang relasi seperti itu sudah hancur. Relasi-relasi yang didasarkan pada pandangan konvensional (status sosial, pekerjaan suami atau latar belakang keluarga) tidak lagi menjadi landasan penting, yang terpenting adalah terciptanya arus kas yang lancar untuk menghidupkan kebahagiaan. Kebahagiaan dalam relasi kapitalisme adalah imajinasi-imajinasi konsumtif yang kemudian dijadikan ukuran dalam meletakkan kebahagiaan keluarga. Ketika suami tidak berdaya menghadapi kegagapan dalam menjelaskan relasi kapitalisme ini maka pernikahan diujung kehancuran.
Banyak pasangan muda yang kaget melihat relasi ini karena tertutupnya gambaran cinta seperti screen saver romantis yang menutupi dunia realitas. Realitas kita adalah realitas kapitalisme, setiap hirupan nafasmu adalah nafas kapitalisme, semua imajinasi kebahagiaanmu adalah kebahagiaan kapitalisme dan ketika kita mencari alternatif-alternatif diluar itu maka kita akan terasingkan dalam masyarakat.
Landasan relasi kapitalisme inilah yang menjadikan alasan terpenting bagi terciptanya sebuah perceraian dengan selubung macam-macam : Ketidaksesuaian paham, perselingkuhan, keyakinan, gaya hidup dan pertikaian antar keluarga besar. Jadi sebelum engkau mengerti tentang hakikat pernikahan, mengerti dulu-lah tentang bagaimana struktur masyarakat bekerja, hubungan bisa dibangun berdasarkan apa? dan bagaimana sebuah relasi bisa bekerja dengan baik pada situasi-situasi kapitalisme.
Al Ustadz Anda
Bila pasangan di jaman lalu, melandaskan pernikahan pada status sosial, pekerjaan dan latar belakang keluarga juga meletakkan keseimbangan dalam kehidupan pribadi dan sosial dengan meletakkan relasi yang tidak seimbang antara kekuasaan lelaki dan ketidakberdayaan perempuan sehingga perempuan tidak bisa menjadi diri yang sebenarnya dan kebanyakan dari langgengnya pernikahan itu pada hubungan saling ketertindasan, maka di jaman sekarang relasi seperti itu sudah hancur. Relasi-relasi yang didasarkan pada pandangan konvensional (status sosial, pekerjaan suami atau latar belakang keluarga) tidak lagi menjadi landasan penting, yang terpenting adalah terciptanya arus kas yang lancar untuk menghidupkan kebahagiaan. Kebahagiaan dalam relasi kapitalisme adalah imajinasi-imajinasi konsumtif yang kemudian dijadikan ukuran dalam meletakkan kebahagiaan keluarga. Ketika suami tidak berdaya menghadapi kegagapan dalam menjelaskan relasi kapitalisme ini maka pernikahan diujung kehancuran.
Banyak pasangan muda yang kaget melihat relasi ini karena tertutupnya gambaran cinta seperti screen saver romantis yang menutupi dunia realitas. Realitas kita adalah realitas kapitalisme, setiap hirupan nafasmu adalah nafas kapitalisme, semua imajinasi kebahagiaanmu adalah kebahagiaan kapitalisme dan ketika kita mencari alternatif-alternatif diluar itu maka kita akan terasingkan dalam masyarakat.
Landasan relasi kapitalisme inilah yang menjadikan alasan terpenting bagi terciptanya sebuah perceraian dengan selubung macam-macam : Ketidaksesuaian paham, perselingkuhan, keyakinan, gaya hidup dan pertikaian antar keluarga besar. Jadi sebelum engkau mengerti tentang hakikat pernikahan, mengerti dulu-lah tentang bagaimana struktur masyarakat bekerja, hubungan bisa dibangun berdasarkan apa? dan bagaimana sebuah relasi bisa bekerja dengan baik pada situasi-situasi kapitalisme.
Al Ustadz Anda
Jumat, 25 November 2011
Sukarno, ACFTA dan Bangkrutnya Indonesia sekarang ini.
Di tahun 1928 Sukarno senang sekali memperhatikan arah politik dunia, setiap bacaan ia arahkan pada arah politik dunia atau geopolitik. Bila di tahun-tahun sebelumnya Sukarno amat menyukai bacaan dengan landasan-landasan ilmu pikir murni, seperti Komunisme, Kapitalisme, Pan Islamisme ataupun sejarah, maka sejak awal 1928 Sukarno mulai memperhatikan apa yang terjadi dalam politik Internasional.
Pernah pada satu saat ia berjumpa dengan wartawan dan meminta mengulas terus apa yang terjadi di Eropa dan Amerika Serikat, Sukarno merasa sudah ada perkembangan di Jerman karena pemerintahan Weimar sudah amat buruk, Hitler mulai menunjukkan pesonanya di depan Angkatan Darat Jerman, Inggris sedang mengalami kesulitan, sementara Amerika Serikat lagi menikmati masa jaya-jayanya ekonomi kapitalis liberal sebelum akhirnya hancur pada tahun 1929 akibat depresi besar yang terjadi berkat permainan spekulasi saham yang berlebihan, spekulasi inilah yang kemudian menjadikan Amerika mengirim bisnismen-bisnismennya ke Jerman untuk melobi pihak Eropa dan mengadu domba mereka sehingga terjadi Perang Besar, jika perang besar terjadi maka Amerika Serikat bisa menggerakkan perekonomiannya.
Sukarno senang sekali dengan peta politik Internasional ia kerap menandai jajahan Inggris dengan tinta biru, jajahan Belanda dengan tinta merah dan jajahan Perancis ia coret dengan garis bergelombang. Suatu hari Sukarno kedatangan temannya dari Singapura yang membawa dua buku berjudul Seapower in the Pacific dan “The Great Pacific War” karangan Hector Charles Bywater. Bywater adalah seorang jurnalis Amerika yang mengikuti perkembangan politik dunia, ia melakukan pengamatan apa yang terjadi dalam konstelasi-konstelasi kekuatan dunia itu, dalam renungannya Bywater menuliskan bahwa “kelak suatu hari akan terjadi perebutan kekuasaan di Lautan Pasifik antara Kekaisaran Jepang dengan Amerika Serikat dalam memperebutkan wilayah Asia Pasifik”. Dalam bukunya Bywater menuliskan bahwa serangan itu bermula dari pengeboman Pangkalan Militer Amerika Serikat di Filipina – (walaupun kemudian terjadi tahun 1942 bahwa yang dibombardir justru dari Pearl Harbour). Sukarno berpikir dalam-dalam soal yang diberikan Bywater ini, ia merenung dan membawa pulpennya lalu menuliskan catatannya diatas kertas : “Apabila Filipina diserbu Jepang, maka Jepang akan masuk lewat dua kemungkinan : Jawa atau langsung dari Pangkalan Militernya di Okinawa. Andai Jawa yang dikuasai maka otomatis ia akan menguasai Nusantara, penguasaan Jawa ini akan sedikit banyak mengusir Belanda. Lalu Sukarno teringat pada ramalan Jayabaya yang sudah amat dikenal dalam cerita-cerita rakyat (folklore) orang Jawa : “Kelak akan ada bangsa cebol berkulit kuning yang akan menguasai Jawa seumur jagung” seumur jagung adalah kalimat idiom dari kata waktu “singkat” . Akan ada penguasaan waktu yang amat singkat. Di titik inilah Sukarno menandai pertaruhan politiknya. “Pertarungan yang amat singkat akan menjadikan pertaruhan politik Indonesia ke depan, pertaruhan jangka panjang”.
Sejak menggeluti pemikiran Bywater, Sukarno mengarahkan seluruh daya politiknya pada pertarungan Internasional untuk memanfaatkan kesempatan bagi Indonesia. Ia paham bila pertarungan itu dibawa ke dalam, maka Indonesia belum kuat, harus mempermainkan politik Internasional untuk kemerdekaan Indonesia dan keuntungan-keuntungan strategis lainnya.
Pada tahun 1929, Sukarno sekali lagi menemukan Amerika Serikat menemui depresi ekonomi besar. Sukarno melakukan hitung-hitungan politik, bila Amerika Serikat mengalami depresi besar maka yang terjadi adalah Amerika membutuhkan modal. Sukarno berpikir bahwa satu-satunya cara mendapatkan modal Amerika harus menciptakan perang baru – (teori Sukarno ini sampai sekarang masih digunakan Amerika dalam mengelola konflik politik Internasional yang pada ujung-ujungnya adalah penguasaan sumber-sumber minyak bumi dan penguasaan alam). Sukarno juga melihat sumber daya alam Indonesia sebagai sumber logistik terbesar dalam Perang Asia Pasifik. Kebangkitan fasisme di penjuru dunia menarik perhatian Sukarno, kebangkitan fasisme adalah tahap akhir dari kebangkrutan Kapitalis ini yang Sukarno baca dari analisa-analisa ekonom Komunis tentang Kapitalisme. Sukarno sendiri akhirnya lebih setuju dengan tulisan yang menyatakan “Fasisme akan mati dengan sendirinya karena tidak sesuai dengan kodrat pertumbuhan masyarakat” Kematian fasisme ini menjadikan Sukarno akan mempermainkan Jepang bila kelak Jepang datang. Sukarno sendiri dengan daya ciptanya sudah memperkirakan kemerdekaan Indonesia akan terjadi pada Agustus 1945. Ini juga kelak menjadi naskah sandiwara tonil yang ia lakukan di Flores dengan judul sama : Agustus 1945.
Penemuan arsitektur geopolitik Sukarno inilah yang kemudian menjadi landasan kerja politik Sukarno, tinggal dia bagaimana menyadarkan rakyat tentang arah masa depan. Lalu setiap waktu Sukarno berpidato soal Perang Pasifik ini. Laporan-laporan Intel Belanda menyebutkan Pidato Sukarno tentang Perang Pasifik ini akan amat diperhatikan oleh banyak orang, tapi yang lebih menakutkan apabila kemudian Amerika Serikat atau Jepang memperhatikan apa omongan Sukarno, maka ini akan memancing kekuatan luar negeri untuk hajar Belanda.
Pada awalnya Sukarno dianggap anak manis dalam Pergerakan Nasional di Indonesia, tapi dengan gagasannya soal Perang Asia Pasifik maka Sukarno dianggap memancing keributan yang lebih berbahaya lagi yaitu “Masuknya kekuatan Internasional dalam menggugat jajahan Belanda” dalam hal ini Jepang. Pada tanggal 28 Desember 1929, Sukarno diundang oleh Raden Mas Sujudi dari Yogyakarta untuk berbicara di depan rapat politik kaum kebangsaan di Solo. Sukarno datang dan berpidato di Solo dengan penuh semangat dan gayanya yang dramatik : Imperialis, perhatikanlah! Dalam waktu tidak lama lagi, Perang Pasifik menggeledek menyambar-nyambar membelah angkasa, ”Apabila, Samudera Pasifik merah oleh darah, dan bumi di sekelilingnya menggelegar oleh ledakan bom dan dinamit. Di saat itulah rakyat Indonesia menjadi bangsa yang merdeka”. Disini Sukarno terus menerus menulis tentang kemerdekaan yang akan terjadi, artinya Sukarno memberikan visi agar rakyat Indonesia bersiap. Dan tulisan Sukarno memang dibaca hampir seluruh rakyat Indonesia yang terdidik lewat koran-koran, -hal yang menunjukkan betapa tulisan Sukarno bisa menjadikan alam bawah sadarnya adalah ucapan Jenderal Nasution ketika ditawari oleh agen asing untuk memberontak melawan Sukarno tapi Nasution menolak dan menjawab dengan tegas “Sejak saya kecil, sejak saya tak tau apa artinya Nasionalisme, Sukarno-lah yang mengajari saya lewat tulisan-tulisannya di koran-koran tentang Nasionalisme, dialah yang menyadari saya tentang sebuah KeIndonesiaan di masa saya muda” begitu juga dengan catatan Deliar Noer semasa ia kecil, semasa ia kanak-kanak di usia 8 tahun Deliar Noer mencatatkan di bukunya sebagai tulisan anak kecil ia menulis : “Kelak aku akan jadi Sukarno, akan jadi Hatta” ini berarti tulisan Sukarno memang sudah tersebar amat luas di seluruh wilayah Hindia Belanda dan mempengaruhi banyak orang. Tulisan ini kemudian menjadi tanggung jawab bagi Sukarno mengarahkan ke arah mana rakyat harus bertindak.
Sukarno sudah melihat Perang Asia Pasifik sebagai alat paling penting dalam proses kemerdekaan Indonesia. Disini Sukarno sudah melakukan sebuah Pemetaan yang jelas dan tahapan-tahapan pasti kepada rakyat Indonesia. Gara-gara pidato di atas Sukarno kemudian ditangkap oleh Polisi Belanda, Rumah Sujudi digerebek dan seluruh rombongan Sukarno digelandang ke halaman lalu disuruh ganti pakaian di halaman dan kemudian diangkut truk ke Stasiun Tugu Yogyakarta, dimasukkan ke Gerbong Khusus tanpa jendela dibawa ke Bandung untuk diadili. Di depan Landraad (Pengadilan) Sukarno berkata terus menerus tentang sumber daya alam yang dikeruk Belanda. Disana Sukarno digetok hukuman 4 tahun penjara hanya karena membela nasib bangsanya.
Apa yang dilakukan Sukarno demi bangsanya sangat berbeda sekali dengan apa yang dilakukan pemerintahan SBY sekarang. Apakah anda masih ingat sewaktu SBY masih jadi Menkopolkam di tahun 2003 dan bertemu dengan seorang penggede Amerika Serikat, SBY mengatakan tanpa tau malu : “I love the United States, with all its faults. I consider it my second country.” (Saya mencintai Amerika Serikat, dengan segala kesalahan-kesalahannya, Saya akui Amerika Serikat ini adalah Negara Kedua bagi Saya). Ucapan model apa ini!! ....bagaimanapun ucapan ini dilakukan oleh seorang Pemimpin bukan seorang warga biasa dalam situasi emosional. Seorang Pemimpin bangsa hanya harus memiliki satu loyalitas, ya kepada bangsanya sendiri. Lalu apa yang terjadi pada ACFTA 2010. ACFTA adalah perjanjian perdagangan Bebas antara ASEAN-CINA, disini Indonesia masuk ke dalam wilayah perjanjian 2010. Tapi Indonesia sama sekali tidak mempersiapkan infrastruktur untuk menghadapi Perdagangan Bebas dengan Cina, coba anda perhatikan ada apa dibalik gagapnya SBY terhadap persoalan ACFTA ini, SBY sama sekali tidak melakukan gebrakan kepada rakyatnya “Ayo bangun infrastruktur, ayo kita mulai siap bertanding” tapi ia malah asik dengan dirinya sendiri, dana anggaran digarong dimana-mana sehingga rakyat tidak kuat bertanding dalam iklim Perdagangan Bebas.
Sebenarnya hal ini adalah permainan, dengan tidak siapnya Indonesia berdagang dengan Cina, maka rakyat akan marah-marah dengan Cina, lalu kenapa? Itulah yang ditakuti Amerika Serikat. Cina akan menjadi kekuatan paling penting di Asia Tenggara, Ekonomi Cina secara bertahap akan membangkrutkan dominasi Ekonomi Amerika Serikat yang sudah direbutnya dengan membunuhi 3 juta nyawa orang Indonesia lewat rekayasa Gestapu 65, Menggulingkan Sukarno, Membangun Pemerintahan buas Militer Orde Baru dan memenjarakan ribuan orang untuk kesalahan yang tak dimengertinya. Inilah landasan ekonomi Amerika Serikat dibangun di Indonesia. Sementara Cina membangun ekonominya sendiri masuk ke Pasar tanpa membunuhi satu-pun orang Indonesia, tapi Amerika marah karena pasarnya direbut, lalu datanglah Obama ke KTT Asean di Bali. Lewat perantaraan SBY pula Amerika Serikat melakukan kontrak dagang dengan ASEAN. Amerika Serikat menempatkan Pangkalan Militernya di Darwin untuk menggertak Cina. Disini rakyat Indonesia tetap harus jadi milik Amerika Serikat. Apa yang dilakukan SBY bisa diindikasikan begitu Pro-nya SBY kepada Amerika Serikat sehingga ia seakan-akan menghambat jalur pertarungan antara ekonomi rakyat Indonesia untuk bersiap menghadapi Cina.
Rusaknya kerangka pemikiran SBY adalah selama 7 tahun pemerintahannya ia tidak menjalankan gebrakan ekonomi yang mengarahkan pada perubahan politik dagang Internasional. Tak ada satupun analisa-analisa yang keluar tentang ekonomi dagang Internasional dimana Indonesia harus menempatkan dirinya, tak ada satupun kebijakan yang menyeluruh untuk membangkitkan Indonesia dalam pertarungan dagang ke depan. Obsesinya sama sekali hampa, dan ia sibuk dengan dirinya sendiri.
Sesungguhnya Indonesia sedang menghadapi bahaya masa depan, yaitu : Bahaya Imperialisme Dagang dan Modal. Jaringan-jaringan perdagangan kita akan ditutup oleh kekuatan modal Internasional, ini akan berdampak pada bangkrutnya ekonomi rakyat, gerakan muda harus memperhatikan dengan amat serius ekonomi perdagangan Internasional agar jangan nanti kita hanya jadi perluasan Pasar Cina atau tetap menjadi budak Amerika Serikat.
Bila ekonomi rakyat bangkrut, maka tak ada lagi yang ada dalam diri kita kecuali badan. Dan bila badan menjadi satu-satunya hak milik yang diperdagangkan maka selamanyalah kita tetap akan jadi kuli, jadi bangsa kuli dan kuli diantara bangsa-bangsa. Kita harus membangun kembali kerangka ekonomi dan strategi menyeluruh sekaligus merumuskan keadaan-keadaan seperti yang dilakukan Sukarno dalam membentuk peta ke arah Indonesia merdeka. Inilah yang harus kita lakukan untuk menerobos dan membongkar kembali apa yang sesungguhnya terjadi dalam keIndonesiaan kita.
Pernah pada satu saat ia berjumpa dengan wartawan dan meminta mengulas terus apa yang terjadi di Eropa dan Amerika Serikat, Sukarno merasa sudah ada perkembangan di Jerman karena pemerintahan Weimar sudah amat buruk, Hitler mulai menunjukkan pesonanya di depan Angkatan Darat Jerman, Inggris sedang mengalami kesulitan, sementara Amerika Serikat lagi menikmati masa jaya-jayanya ekonomi kapitalis liberal sebelum akhirnya hancur pada tahun 1929 akibat depresi besar yang terjadi berkat permainan spekulasi saham yang berlebihan, spekulasi inilah yang kemudian menjadikan Amerika mengirim bisnismen-bisnismennya ke Jerman untuk melobi pihak Eropa dan mengadu domba mereka sehingga terjadi Perang Besar, jika perang besar terjadi maka Amerika Serikat bisa menggerakkan perekonomiannya.
Sukarno senang sekali dengan peta politik Internasional ia kerap menandai jajahan Inggris dengan tinta biru, jajahan Belanda dengan tinta merah dan jajahan Perancis ia coret dengan garis bergelombang. Suatu hari Sukarno kedatangan temannya dari Singapura yang membawa dua buku berjudul Seapower in the Pacific dan “The Great Pacific War” karangan Hector Charles Bywater. Bywater adalah seorang jurnalis Amerika yang mengikuti perkembangan politik dunia, ia melakukan pengamatan apa yang terjadi dalam konstelasi-konstelasi kekuatan dunia itu, dalam renungannya Bywater menuliskan bahwa “kelak suatu hari akan terjadi perebutan kekuasaan di Lautan Pasifik antara Kekaisaran Jepang dengan Amerika Serikat dalam memperebutkan wilayah Asia Pasifik”. Dalam bukunya Bywater menuliskan bahwa serangan itu bermula dari pengeboman Pangkalan Militer Amerika Serikat di Filipina – (walaupun kemudian terjadi tahun 1942 bahwa yang dibombardir justru dari Pearl Harbour). Sukarno berpikir dalam-dalam soal yang diberikan Bywater ini, ia merenung dan membawa pulpennya lalu menuliskan catatannya diatas kertas : “Apabila Filipina diserbu Jepang, maka Jepang akan masuk lewat dua kemungkinan : Jawa atau langsung dari Pangkalan Militernya di Okinawa. Andai Jawa yang dikuasai maka otomatis ia akan menguasai Nusantara, penguasaan Jawa ini akan sedikit banyak mengusir Belanda. Lalu Sukarno teringat pada ramalan Jayabaya yang sudah amat dikenal dalam cerita-cerita rakyat (folklore) orang Jawa : “Kelak akan ada bangsa cebol berkulit kuning yang akan menguasai Jawa seumur jagung” seumur jagung adalah kalimat idiom dari kata waktu “singkat” . Akan ada penguasaan waktu yang amat singkat. Di titik inilah Sukarno menandai pertaruhan politiknya. “Pertarungan yang amat singkat akan menjadikan pertaruhan politik Indonesia ke depan, pertaruhan jangka panjang”.
Sejak menggeluti pemikiran Bywater, Sukarno mengarahkan seluruh daya politiknya pada pertarungan Internasional untuk memanfaatkan kesempatan bagi Indonesia. Ia paham bila pertarungan itu dibawa ke dalam, maka Indonesia belum kuat, harus mempermainkan politik Internasional untuk kemerdekaan Indonesia dan keuntungan-keuntungan strategis lainnya.
Pada tahun 1929, Sukarno sekali lagi menemukan Amerika Serikat menemui depresi ekonomi besar. Sukarno melakukan hitung-hitungan politik, bila Amerika Serikat mengalami depresi besar maka yang terjadi adalah Amerika membutuhkan modal. Sukarno berpikir bahwa satu-satunya cara mendapatkan modal Amerika harus menciptakan perang baru – (teori Sukarno ini sampai sekarang masih digunakan Amerika dalam mengelola konflik politik Internasional yang pada ujung-ujungnya adalah penguasaan sumber-sumber minyak bumi dan penguasaan alam). Sukarno juga melihat sumber daya alam Indonesia sebagai sumber logistik terbesar dalam Perang Asia Pasifik. Kebangkitan fasisme di penjuru dunia menarik perhatian Sukarno, kebangkitan fasisme adalah tahap akhir dari kebangkrutan Kapitalis ini yang Sukarno baca dari analisa-analisa ekonom Komunis tentang Kapitalisme. Sukarno sendiri akhirnya lebih setuju dengan tulisan yang menyatakan “Fasisme akan mati dengan sendirinya karena tidak sesuai dengan kodrat pertumbuhan masyarakat” Kematian fasisme ini menjadikan Sukarno akan mempermainkan Jepang bila kelak Jepang datang. Sukarno sendiri dengan daya ciptanya sudah memperkirakan kemerdekaan Indonesia akan terjadi pada Agustus 1945. Ini juga kelak menjadi naskah sandiwara tonil yang ia lakukan di Flores dengan judul sama : Agustus 1945.
Penemuan arsitektur geopolitik Sukarno inilah yang kemudian menjadi landasan kerja politik Sukarno, tinggal dia bagaimana menyadarkan rakyat tentang arah masa depan. Lalu setiap waktu Sukarno berpidato soal Perang Pasifik ini. Laporan-laporan Intel Belanda menyebutkan Pidato Sukarno tentang Perang Pasifik ini akan amat diperhatikan oleh banyak orang, tapi yang lebih menakutkan apabila kemudian Amerika Serikat atau Jepang memperhatikan apa omongan Sukarno, maka ini akan memancing kekuatan luar negeri untuk hajar Belanda.
Pada awalnya Sukarno dianggap anak manis dalam Pergerakan Nasional di Indonesia, tapi dengan gagasannya soal Perang Asia Pasifik maka Sukarno dianggap memancing keributan yang lebih berbahaya lagi yaitu “Masuknya kekuatan Internasional dalam menggugat jajahan Belanda” dalam hal ini Jepang. Pada tanggal 28 Desember 1929, Sukarno diundang oleh Raden Mas Sujudi dari Yogyakarta untuk berbicara di depan rapat politik kaum kebangsaan di Solo. Sukarno datang dan berpidato di Solo dengan penuh semangat dan gayanya yang dramatik : Imperialis, perhatikanlah! Dalam waktu tidak lama lagi, Perang Pasifik menggeledek menyambar-nyambar membelah angkasa, ”Apabila, Samudera Pasifik merah oleh darah, dan bumi di sekelilingnya menggelegar oleh ledakan bom dan dinamit. Di saat itulah rakyat Indonesia menjadi bangsa yang merdeka”. Disini Sukarno terus menerus menulis tentang kemerdekaan yang akan terjadi, artinya Sukarno memberikan visi agar rakyat Indonesia bersiap. Dan tulisan Sukarno memang dibaca hampir seluruh rakyat Indonesia yang terdidik lewat koran-koran, -hal yang menunjukkan betapa tulisan Sukarno bisa menjadikan alam bawah sadarnya adalah ucapan Jenderal Nasution ketika ditawari oleh agen asing untuk memberontak melawan Sukarno tapi Nasution menolak dan menjawab dengan tegas “Sejak saya kecil, sejak saya tak tau apa artinya Nasionalisme, Sukarno-lah yang mengajari saya lewat tulisan-tulisannya di koran-koran tentang Nasionalisme, dialah yang menyadari saya tentang sebuah KeIndonesiaan di masa saya muda” begitu juga dengan catatan Deliar Noer semasa ia kecil, semasa ia kanak-kanak di usia 8 tahun Deliar Noer mencatatkan di bukunya sebagai tulisan anak kecil ia menulis : “Kelak aku akan jadi Sukarno, akan jadi Hatta” ini berarti tulisan Sukarno memang sudah tersebar amat luas di seluruh wilayah Hindia Belanda dan mempengaruhi banyak orang. Tulisan ini kemudian menjadi tanggung jawab bagi Sukarno mengarahkan ke arah mana rakyat harus bertindak.
Sukarno sudah melihat Perang Asia Pasifik sebagai alat paling penting dalam proses kemerdekaan Indonesia. Disini Sukarno sudah melakukan sebuah Pemetaan yang jelas dan tahapan-tahapan pasti kepada rakyat Indonesia. Gara-gara pidato di atas Sukarno kemudian ditangkap oleh Polisi Belanda, Rumah Sujudi digerebek dan seluruh rombongan Sukarno digelandang ke halaman lalu disuruh ganti pakaian di halaman dan kemudian diangkut truk ke Stasiun Tugu Yogyakarta, dimasukkan ke Gerbong Khusus tanpa jendela dibawa ke Bandung untuk diadili. Di depan Landraad (Pengadilan) Sukarno berkata terus menerus tentang sumber daya alam yang dikeruk Belanda. Disana Sukarno digetok hukuman 4 tahun penjara hanya karena membela nasib bangsanya.
Apa yang dilakukan Sukarno demi bangsanya sangat berbeda sekali dengan apa yang dilakukan pemerintahan SBY sekarang. Apakah anda masih ingat sewaktu SBY masih jadi Menkopolkam di tahun 2003 dan bertemu dengan seorang penggede Amerika Serikat, SBY mengatakan tanpa tau malu : “I love the United States, with all its faults. I consider it my second country.” (Saya mencintai Amerika Serikat, dengan segala kesalahan-kesalahannya, Saya akui Amerika Serikat ini adalah Negara Kedua bagi Saya). Ucapan model apa ini!! ....bagaimanapun ucapan ini dilakukan oleh seorang Pemimpin bukan seorang warga biasa dalam situasi emosional. Seorang Pemimpin bangsa hanya harus memiliki satu loyalitas, ya kepada bangsanya sendiri. Lalu apa yang terjadi pada ACFTA 2010. ACFTA adalah perjanjian perdagangan Bebas antara ASEAN-CINA, disini Indonesia masuk ke dalam wilayah perjanjian 2010. Tapi Indonesia sama sekali tidak mempersiapkan infrastruktur untuk menghadapi Perdagangan Bebas dengan Cina, coba anda perhatikan ada apa dibalik gagapnya SBY terhadap persoalan ACFTA ini, SBY sama sekali tidak melakukan gebrakan kepada rakyatnya “Ayo bangun infrastruktur, ayo kita mulai siap bertanding” tapi ia malah asik dengan dirinya sendiri, dana anggaran digarong dimana-mana sehingga rakyat tidak kuat bertanding dalam iklim Perdagangan Bebas.
Sebenarnya hal ini adalah permainan, dengan tidak siapnya Indonesia berdagang dengan Cina, maka rakyat akan marah-marah dengan Cina, lalu kenapa? Itulah yang ditakuti Amerika Serikat. Cina akan menjadi kekuatan paling penting di Asia Tenggara, Ekonomi Cina secara bertahap akan membangkrutkan dominasi Ekonomi Amerika Serikat yang sudah direbutnya dengan membunuhi 3 juta nyawa orang Indonesia lewat rekayasa Gestapu 65, Menggulingkan Sukarno, Membangun Pemerintahan buas Militer Orde Baru dan memenjarakan ribuan orang untuk kesalahan yang tak dimengertinya. Inilah landasan ekonomi Amerika Serikat dibangun di Indonesia. Sementara Cina membangun ekonominya sendiri masuk ke Pasar tanpa membunuhi satu-pun orang Indonesia, tapi Amerika marah karena pasarnya direbut, lalu datanglah Obama ke KTT Asean di Bali. Lewat perantaraan SBY pula Amerika Serikat melakukan kontrak dagang dengan ASEAN. Amerika Serikat menempatkan Pangkalan Militernya di Darwin untuk menggertak Cina. Disini rakyat Indonesia tetap harus jadi milik Amerika Serikat. Apa yang dilakukan SBY bisa diindikasikan begitu Pro-nya SBY kepada Amerika Serikat sehingga ia seakan-akan menghambat jalur pertarungan antara ekonomi rakyat Indonesia untuk bersiap menghadapi Cina.
Rusaknya kerangka pemikiran SBY adalah selama 7 tahun pemerintahannya ia tidak menjalankan gebrakan ekonomi yang mengarahkan pada perubahan politik dagang Internasional. Tak ada satupun analisa-analisa yang keluar tentang ekonomi dagang Internasional dimana Indonesia harus menempatkan dirinya, tak ada satupun kebijakan yang menyeluruh untuk membangkitkan Indonesia dalam pertarungan dagang ke depan. Obsesinya sama sekali hampa, dan ia sibuk dengan dirinya sendiri.
Sesungguhnya Indonesia sedang menghadapi bahaya masa depan, yaitu : Bahaya Imperialisme Dagang dan Modal. Jaringan-jaringan perdagangan kita akan ditutup oleh kekuatan modal Internasional, ini akan berdampak pada bangkrutnya ekonomi rakyat, gerakan muda harus memperhatikan dengan amat serius ekonomi perdagangan Internasional agar jangan nanti kita hanya jadi perluasan Pasar Cina atau tetap menjadi budak Amerika Serikat.
Bila ekonomi rakyat bangkrut, maka tak ada lagi yang ada dalam diri kita kecuali badan. Dan bila badan menjadi satu-satunya hak milik yang diperdagangkan maka selamanyalah kita tetap akan jadi kuli, jadi bangsa kuli dan kuli diantara bangsa-bangsa. Kita harus membangun kembali kerangka ekonomi dan strategi menyeluruh sekaligus merumuskan keadaan-keadaan seperti yang dilakukan Sukarno dalam membentuk peta ke arah Indonesia merdeka. Inilah yang harus kita lakukan untuk menerobos dan membongkar kembali apa yang sesungguhnya terjadi dalam keIndonesiaan kita.
Langganan:
Postingan (Atom)





